Cerita soal PNS DKI Bawa Amplop untuk Ahok

Jumat, 20 Januari 2017 – 15:02 WIB
Ahok dan Djarot. Illustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com - jpnn.com - Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pernah ditawari sejumlah uang oleh ‎pegawai negeri sipil (PNS) DKI Jakarta.

Hal itu disampaikan oleh mantan Direktur Utama PT MRT Jakarta Dono Boestami.

BACA JUGA: Istri dan Anak Ahok Geram, Kecewa..

Dono menceritakan, ketika dia masih menjabat sebagai D‎irut PT MRT Jakarta, dia dipanggil oleh Ahok yang saat itu masih menjabat sebagai Gubernur DKI.

Ketika Dono akan masuk ruang kerja Ahok, ada PNS DKI yang membawa berkas dan amplop.

BACA JUGA: Kisah Ahok Ingin Jadi Warga Kanada, Ortu Tak Setuju

Setelah pegawai itu keluar, Dono diperbolehkan masuk ke ruang kerja Ahok. Saat itu, Ahok memberitahu soal pemberian uang.

"Pak Ahok bilang 'Pak Dono tahu enggak, itu apa?'. Itu uang, saya kaget juga," kata Dono dalam acara bedah buku A Man Called #AHOK di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (20/1).

BACA JUGA: Bang Ara Bilang Ada Anak Ajaib Jadi Cagub, Siapa Hayo?

Saat itu, Ahok menjelaskan, uang itu merupakan uang resmi. Di dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri, uang itu disebut sebagai upah pungut.

Dono iseng bertanya kepada Ahok. Mantan Bupati Belitung Timur itu memutuskan untuk tidak mengambil uang tersebut.

"Beliau bilang 'Saya balikin, bingung juga'. Uang resmi saja dia balikin," ucap Dono. (gil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ahok Bercita-cita Jadikan Jakarta Pusat Industri Film


Redaktur & Reporter : Gilang Sonar

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Ahok   Gubernur Dki  

Terpopuler