Cerpen Karya Murid SMA Dhammasavana Juara Green Pen Award 2019

Selasa, 23 April 2019 – 14:47 WIB
Yeni Fatmawati Fahmi Idris selaku pemangku ICLaw bersama para juri mengumumkan juara Lomba Cipta Cerpen Cinta Bumi (LCCCB) Genre Sastra Hijau. Foto: ICLaw

jpnn.com, JAKARTA - Cerita pendek berjudul Aku dan Bumiku karya Elviana Anggratama dari SMA Dhammasavana Jakarta Barat menjadi pemenang Lomba Cipta Cerpen Cinta Bumi (LCCCB) ICLaw Green Pen Award 2019 untuk kategori A.

Peringkat kedua diraih Febi Imanuela dari SMA Don Bosco 2 dengan judul Selamat Ulang Tahun. Posisi ketiga diduduki oleh Ega Putra Siregar dengan judul Botol Kuning.

BACA JUGA: Cintai Bumi, Hentikan Sampah Plastik

Untuk kategori B, pemenang utama dengan judul Daun Tebu Keemasan karya Pipiek Istianti dari Kudus, Jawa Tengah.

Abdul Warits dari Sumenep dengan judul Belajar Mencintai Bumi Kepada Nenek berada di posisi kedua dan Nabila Sasha dari Pekanbaru dengan judul Lanai ada di urutan ketiga.

BACA JUGA: 4.951 ton Sampah Berhasil Dikelola Selama Awal 2018

Lomba Cipta Cerpen Cinta Bumi (LCCCB) Genre Sastra Hijau bertema Merawat dan Melestarikan Bumi Kita Satu-satunya merupakan buah kerja sama Yeni Fatmawati Fahmi Idris selaku pemangku ICLaw bekerja sama dengan Rayakultura untuk memperingati Hari Bumi.

Dengan gerakan menulis ini diharapkan menjadi pemicu semangat anak-anak Indonesia dan juga masyarakat Indonesia dalam menjaga alam.

BACA JUGA: Hari Bumi dan Konsep Politik Lingkungan Jokowi

"Jika kerusakan bumi makin parah, tak ada lagi planet yang memadai sebagai  penggantinya. Karena itu, bumi dan lingkungan wajib kita lestarikan eksistensi dan fungsinya," jelas Yeni, Senin (22/4).

Dia menambahkan, lomba itu digelar untuk menanamkan, meningkatkan dan menyebarkan wacana tentang pentingnya menjaga, merawat dan memelihara bumi.

Kritikus sastra Maman S Mahayana yang menjadi juri kehormatan LCCCB mengatakan, masalah alam dalam sastra Indonesia sangat kurang.

"Saya merasa penawaran menjadi juri ini pucuk di cinta ulam pun tiba. Saya optimistis usai membaca cerpen-cerpen hasil karya para peserta alam menjadi saudara mereka dan para penulis mewakili potret masalah mereka," ujar Maman.

Maman berharap lomba cerpen ini berkelanjutan agar menjadi virus kecintaan pada alam dan tidak hanya menjadi slogan, tetapi suatu pemikiran dari perilaku masyarakat.

"Saya berharap Bu Yeni dapat melanjutkan kegiatan ini untuk terus menyebarkan virus kepada milenial untuk menjaga alam melalui cerpen," tambah Maman.

Ketua Panitia Pelaksana LCCCB Naning Pranoto mengaku surprise dengan jumlah naskah cerpen yang masuk ke panitia.

Dalam waktu tiga bulan panpel menerima sebanyak 1.659 judul dari 1.012 peserta dengan perincian kategori A sebanyak 597 judul dan kategori B sebanyak 1.062 judul.

"Jadi, omong kosong orang Indonesia malas menulis. Dalam 1,5 bulan ini kami menerima lebih dari 1.600 cerpen. Ini luar biasa boleh dikatakan melebihi target dan ekspektasi kami," kata Naning. (jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Karnaval Bumi, Masyarakat Diingatkan Cinta Lingkungan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler