China Kirim Pasukan Laut dan Udara ke LCS, Kapal Perang AS Langsung Kabur

Rabu, 13 Juli 2022 – 23:51 WIB
Armada kapal perang Tentara Pembebasan Rakyat China. Foto: PLA

jpnn.com, BEIJING - China mengatakan militernya telah "menghalau" sebuah kapal perusak AS yang menurut Beijing masuk secara ilegal ke perairan dekat Kepulauan Paracel yang disengketakan di Laut China Selatan (LCS), Rabu.

Amerika Serikat secara berkala melakukan misi yang disebutnya Operasi Kebebasan Bernavigasi di LCS, menantang pembatasan oleh China dan negara-negara lain yang bersengketa di kawasan itu.

BACA JUGA: Ini Janji Manis China kepada ASEAN soal Sengketa LCS, Kita Tunggu Pembuktiannya

China mengatakan pihaknya tidak menghalangi kebebasan berlayar atau terbang di atas kawasan itu dan menuduh AS secara sengaja memprovokasi ketegangan.

Komando Teater Selatan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) mengatakan kapal AS itu telah melanggar kedaulatan dan keamanan China dengan memasuki perairan di sekitar Paracel.

BACA JUGA: China Klaim 90% LCS, Filipina: Semua Sudah Berakhir!

Selain China, Vietnam dan Taiwan juga mengeklaim sebagai pemilik kepulauan itu.

Komando tersebut mengatakan pihaknya mengerahkan pasukan laut dan udara untuk mengikuti, memantau, memperingatkan dan menghalau kapal itu.

BACA JUGA: China Tutup LCS, Penerobos Bakal Berhadapan dengan Tentara Pembebasan Rakyat

Mereka juga menunjukkan gambar-gambar Benfold yang diambil dari dek kapal fregat China, Xianning.

AL AS mengatakan pernyataan China tentang misi tersebut "salah".

Pernyataan itu adalah upaya terbaru China untuk "menggambarkan secara salah operasi maritim AS yang sah dan menegaskan klaim maritimnya yang berlebihan dan tak berdasar dengan mengorbankan negara-negara Asia Tenggara yang jadi tetangganya di Laut China Selatan", kata AL AS.

Amerika Serikat membela hak setiap negara untuk terbang, berlayar dan beroperasi di mana pun hukum internasional membolehkan, dan tak satu pun perkataan China soal hal yang sebaliknya akan "menghalangi kita", kata AL AS.

China merebut kendali atas Kepulauan Paracel dari pemerintah Vietnam Selatan pada 1974.

Senin lalu menandai enam tahun keputusan pengadilan internasional yang membatalkan klaim China atas LCS, sebuah jalur perdagangan kapal senilai 3 triliun dolar AS (Rp 45 kuadriliun) per tahun.

China tidak pernah menerima keputusan tersebut.

Negara itu mengeklaim hampir seluruh LCS, padahal Filipina, Malaysia, Taiwan dan Brunei juga saling bersaing dan kerap melakukan klaim atas wilayah yang sama.

China telah membangun pulau-pulau buatan, termasuk bandara, di beberapa wilayah LCS yang dikuasai.

Tindakan itu menimbulkan kekhawatiran terhadap niat Beijing di kawasan tersebut. (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler