China Makin Songong, Simak Pernyataan Terbaru Militernya soal Taiwan

Selasa, 06 April 2021 – 23:38 WIB
Armada kapal perang Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok. Foto: PLA

jpnn.com, BEIJING - Angkatan Laut China mengatakan bahwa latihan militer yang tengah berlangsung saat ini di Selat Taiwan bakal terus digelar secara rutin.

Pernyataan tersebut disampaikan saat ketegangan tengah meningkat di dekat pulau yang diklaim Beijing sebagai wilayah kedaulatan China itu.

BACA JUGA: Nicole Berharap Lebih Banyak Lagi Pelajar dan Dosen dari Indonesia Melanjutkan Studi di Taiwan

Taiwan mengeluhkan peningkatan aktivitas militer China di dekat pulau itu dalam beberapa bulan terakhir, karena China meningkatkan upaya untuk menegaskan kedaulatannya atas pulau yang dikelola secara demokratis itu.

Angkatan Laut China mengatakan kelompok kapal induk, yang dipimpin oleh Liaoning -- kapal induk pertama China yang dioperasikan secara aktif, sedang melakukan latihan "rutin" di perairan dekat Taiwan.

BACA JUGA: Soal Kapal Terdampar, Menaker Ida Fauziah Minta Kejelasan dari Taiwan

Aksi provokatif tersebut diklaim bertujuan untuk meningkatkan kemampuan armada China dalam menjaga kedaulatan nasional, keselamatan dan kepentingan pembangunan.

"Latihan serupa akan dilakukan secara rutin di masa depan," tambah angkatan laut, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

BACA JUGA: Kecelakaan Kereta Api di Taiwan Renggut 48 Nyawa, Belum Ada Laporan soal WNI

Pernyataan China itu disampaikan setelah Kementerian Pertahanan Taiwan melaporkan tentang sebuah serbuan baru oleh angkatan udara China ke zona identifikasi pertahanan udara pulau itu pada Senin.

Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan telah "memahami sepenuhnya" situasi di udara dan laut di sekitar Taiwan dan bahwa pihaknya "menangani dengan tepat" masalah tersebut.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Jepang pada Minggu (4/4) mengatakan bahwa Liaoning, ditemani oleh lima kapal pengawal, telah transit di Selat Miyako dalam perjalanan ke Pasifik.

Surat kabar Global Times China memberitakan bahwa Nanchang, yakni armada kapal perusak Type 055 baru yang kuat yang mulai beroperasi tahun lalu, adalah bagian dari grup kapal induk China.

Surat kabar yang banyak dibaca itu diterbitkan oleh media resmi Partai Komunis China, People's Daily.

"Kombinasi kapal induk dan kapal perusak besar Type 055 akan menjadi konfigurasi standar kelompok tugas kapal induk China di masa depan," kata Global Times China.

Liaoning dan kapal kembarnya, Shandong, telah digunakan dalam latihan atau berlayar di dekat Taiwan sebelumnya.

Pada Desember 2019, tak lama sebelum pemilihan pemimpin dan anggota parlemen di Taiwan, Shandong berlayar melalui Selat Taiwan yang rentan. Itu merupakan sebuah langkah yang dikecam oleh Taiwan dan dipandang sebagai upaya intimidasi.

Taiwan adalah masalah teritorial paling sensitif untuk China dan berpotensi sebagai titik nyala gesekan militer. China tidak pernah meninggalkan penggunaan kekuatan untuk membawa pulau itu di bawah kendalinya.

Pemimpin Taiwan Tsai Ing-wen mengawasi perombakan militer pulau itu, meluncurkan peralatan baru seperti korvet siluman "pembunuh kapal induk". (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler