Cikarang Tetap Populer sebagai Kawasan Industri, Ini Analisis JLL Indonesia 

Jumat, 02 September 2022 – 13:42 WIB
Rumah tapak di Lippo Cikarang yang kawasannya sangat prospek. Foto dok. Lippo Cikarang

jpnn.com, CIKARANG - Jakarta Property Market Update 2Q22, konsultan properti Jones Lang LaSalle (JLL) Indonesia menginformasikan pasar kawasan industri bertumbuh pada semester I/2022.

Menurut Head of Research JLL Indonesia Yunus Karim, dari seluruh wilayah Jabodetabek, total lahan eksisting kawasan industri pada semester I/2022 mencapai sekitar 2 juta m2 dan kawasan Cikarang mendominasi.

BACA JUGA: Lippo Karawaci Membukukan Pendapatan Rp 6,81 Triliun, 3 Sektor Ini Jadi Andalan 

Tingkat okupansinya juga terus menunjukkan tren yang membaik dengan rata-rata mencapai 93 persen. 

Sampai akhir 2022, ungkapnya pertumbuhan pasokan lahan industri diperkirakan sekitar 180 ribu m2 yang didominasi wilayah Cikarang. 

BACA JUGA: Penjualan Rumah Tapak Lippo Cikarang Meningkat, LKPR Terkena Imbasnya

"Tahun depan, pasokan bertumbuh sekitar 350 ribu m2, dan Cikarang masih menjadi kawasan industri yang paling menonjol," ungkap Head of Research JLL Indonesia Yunus Karim dalam keterangannya, Jumat (2/9).

Yunus Karim melanjutkan kawasan industri di sebelah timur Jakarta, seperti Cikarang, tetap populer sebagai kawasan industri, pusat logistik, dan pergudangan, karena lebih dekat dengan pusat kota, aksesibilitas mudah, dan kenyamanan yang ditawarkan.  

BACA JUGA: Infrastruktur Kawasan Industri Cikarang Terus Berkembang, LPCK Diuntungkan

CEO LPKR John Riady menambahkan permintaan lahan industri bertumbuh karena bisnis-bisnis yang telah berkembang yang melihat peluang melampaui pandemi Covid-19.

Para pemain ekonomi digital tumbuh sangat cepat sekaligus memperluas jaringan distribusi, gudang, pusat logistik, serta investasi-investasi lainnya. 

"Dua sektor properti yang masih bertumbuh meski di tengah pandemi Covid-19, yaitu rumah tapak dan logistik yang justru semakin meningkat karena terdorong industri e-commerce," jelasnya.

Untuk menangkap peluang pasar di kawasan industri Cikarang, anak usaha PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR), yaitu PT Lippo Cikarang Tbk.

(LPCK), terus mengembangkan dan menjalankan strategi segmentasi industri seiring dengan tingginya permintaan gudang serta pusat logistik.

Pencapaian strategi LPCK ini tentu saja berimbas positif kepada kinerja LPKR sebagai induk usaha yang memegang 84 persen saham LPCK.

Seperti diketahui, pada 2022, LPKR menargetkan prapenjualan Rp 5,2 triliun, naik 5% dibandingkan tahun sebelumnya. Kontribusi prapenjualan dari lahan industri LPCK diharapkan mencapai Rp 650 miliar. 

Adapun pada semester I/2022, LPKR sudah merealisasikan prapenjualan sebesar Rp 2,48 triliun, dengan kontribusi lahan industri mencapai Rp 149 miliar. (esy/jpnn)


Redaktur : Djainab Natalia Saroh
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler