Cimahi Butuh 46 Juta Gas Melon

Rabu, 16 November 2016 – 09:07 WIB

jpnn.com - CIMAHI - Pemerintah Kota Cimahi menyiapkan sekitar 3.600 tabung gas untuk Operasi Pasar Murah (OPM) LPG 3 kg tahun 2016 Kota Cimahi di lima wilayah. Jika tabung gas tidak habis, maka sisanya akan di sebar di wilayah lain.

Dinas Koperasi UMKM Perindustrian Perdagangan dan Pertanian (Diskopindagtan) Kota Cimahi sudah melaksanakan OP gas pada Kamis (10/11) di kelurahan setiamanah, Jumat (11/11) di RW 8 Kelurahan Leuwigajah dan RW 5 kelurahan Cimahi.

BACA JUGA: Maaf, Tak Ada Pengangkatan Honorer Tahun Ini

Untuk RW 20 Kelurahan Cibeureum OP dilaksanakan Selasa (15/11) kemarin. Sementara untuk Kelurahan Pasir Kaliki akan digelar Rabu (16/11) ini.

Setiap wilayah tersebut masing-masing mendapat jatah sebanyak 720 tabung yang dijual dengan harga Rp. 16.600 per tabung. Setiap keluarga bisa membeli maksimal dua tabung gas dengan syarat menunjukkan KTP.

BACA JUGA: Diduga Hamili Pacar, Kena Denda Adat, Siswa SMA Gantung Diri

Staf Bidang Perdagangan Diskopindagtan Kota Cimahi, Dini Andriyani mengatakan, jika dari jumlah tabung yang disiapkan ternyata ada sisa, maka sisanya akan dijual di daerah lain.

Meski demikian, ia mengaku belum bisa memprediksi berapa jumlah sisa gas dari OPM. Namun, rencananya wilayah yang akan menjadi area OP ia katakan di Kelurahan Cigugur Tengah, Kelurahan Utama atau Kelurahan Cipageran.

BACA JUGA: Darmin Nasution Akhirnya Tunda Pemberlakuan Tarif Baru UWTO

“Kalau setelah pelaksanaan ada sisa gas yang belum terjual dari pelaksanaan OP di lima wilayah itu, nanti akan dibagikan lagi,” terangnya saat ditemui di OPM RW 20 Kelurahan Cibeureum Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi, Selasa (15/11)

Ia pun berharap, selain mengandalkan sisa tabung gas yang tidak terjual, pihaknya akan mencoba mengajukan penambahan kembali pengadaan gas untuk OP ke Pertamina, agar seluruh wilayah mendapat pasokan yang sama.

Diberitakan sebelumnya, Kabid Perdangan Perindustrian dan Pariwisata  Diskopindagtan Kota Cimahi, M. Sutarno mengatakan operasi pasar dilakukan menuyusul kelangkaan gas bersubsidi di sejumlah wilayah di Kota Cimahi.

Alasan dipilihnya lima wilayah tersebut berdasarkan pengecekan rutin dan surat pengajuan permohonan OP dari kelurahan ke Pemerintah Kota Cimahi yang selanjutnya disampaikan ke pihak Pertamina.

Sutarno menjelaskan, setiap Kelurahan itu mendapat jatah sebanyak 720 tabung. Setiap tabung dijual seharga Rp 16.600. Setiap keluarga bisa membeli maksimal dua tabung gas dengan syarat menunjukkan KTP.

Ia pun menegaskan, gas yang dibeli bukan untuk dijual kembali oleh masyarakat.

"Kami dan pihak Pertamina akan mengawasi pendistribusiannya, karena OP gas ini bukan untuk pengecer gas yang akan menjual kembali," tegasnya.

Ia berharap dengan adanya OP bisa mengurai keresahan masyarakat. Meski demikian jumlah 720 tabung ia akui masih kurang. "Mudah-mudahan nanti kalau masih ada permintaan lagi akan kami koordinasikan dengan Pertamina," terangnya.

Dari data yang diterima Diskopindagtan, kuota gas subsidi untuk Kota Cimahi dari Pertamina dalam setahun sebanyak 6,3 juta tabung. Realisasi tersebut jauh dari pengajuan yang disampaikan Pemerintah Kota Cimahi sebanyak 46 juta tabung. (jpg/dil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Longsor di Tebo, Korban Belum Ditemukan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler