Ckck..Sekolah Masih Pakai Tripleks, Guru Tak Digaji

Jumat, 17 Maret 2017 – 11:19 WIB
Sekolah dengan sekat tripleks. Foto: JPG

jpnn.com, NGANJUK - Kondisi bangunan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Mambaul Ulum sangat memprihatinkan.

Madrasah di Dusun/Desa Juwono, Kecamatan Kertosono, Nganjuk, itu hanya memiliki tiga ruangan untuk proses belajar-mengajar.

BACA JUGA: Sedihnya...Masih Ada Dinding Sekolah Dari Bambu

Satu ruangan pun disekat dengan tripleks agar bisa dibagi menjadi enam ruangan.

Berbeda dengan sekolah negeri yang memiliki puluhan hingga ratusan siswa, murid di MI Mambaul Ulum hanya berjumlah 17 anak.

BACA JUGA: Mendikbud Minta SMAN 1 Muaragembong Segera Diperbaiki

"Siswanya memang sedikit," kata Wakil Kepala MI Mambaul Ulum Ahmad Zaim.

Karena muridnya minim, MI Mambaul Ulum sebenarnya sempat hendak ditutup pada tahun lalu.

BACA JUGA: Astaga! Atap Sekolah Ambruk, Timpa Puluhan Siswa

Namun, rencana itu urung dilakukan karena ditentang warga sekitar.

Meski dengan sarana dan prasarana (sarpras) yang terbatas, warga tetap ingin menyekolahkan anak mereka di sana.

Sebab, jarak lingkungan mereka dengan SDN Juwono mencapai 2 kilometer. Jarak tersebut dianggap terlalu jauh.

Karena itu, sekolah tetap beroperasi hingga sekarang dengan segala konsekuensinya.

Dengan hanya memiliki tiga ruangan, sekolah terpaksa menyekat salah satu kelas dengan tripleks agar bisa digunakan belajar oleh siswa kelas I dan III.

Berbeda dengan sekolah yang lain, siswa kelas II MI Mambaul Ulum tidak ada.

Siswa kelas VI mengikuti pembelajaran di sekolah lain.

Praktis, siswa kelas IV dan V menempati dua ruangan lainnya.

Tak hanya kelas dan siswa yang terbatas, sarpras lain di sana memprihatinkan.

Berdasar pantauan koran ini, kondisi kelas sangat sederhana.

Lonceng yang sering dibunyikan untuk menandakan siswa masuk ke kelas atau pulang juga tak lazim.

Mereka memanfaatkan gir bekas yang dipukul sebagai penanda.

Zaim menambahkan, total ada enam guru yang mengajar di madrasah tersebut.

Hanya, status mereka adalah relawan alias tidak mendapat gaji sama sekali.

"Tidak pernah mendapatkan gaji," tegasnya.

Meski harus melaksanakan pembelajaran dalam kondisi yang serba terbatas, Zaim menyebutkan bahwa MI Mambaul Ulum akan terus beroperasi.

Sebab, sekolah itu memang dibutuhkan warga setempat.

Dia hanya berharap Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Nganjuk mau memberikan bantuan untuk operasional sekolah. (noe/ut/c24/diq/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dispendik Tolong Lihat, Sekolah Ini Sudah Nyaris Roboh


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler