BACA JUGA: RS Sardjito Terima Lagi Enam Korban Tewas
"Penutupan bandara Adi Sucipti belum diketahui batas waktunya
BACA JUGA: Sembilan SPBU di Sekitar Merapi Ditutup
Khusus bandara di luar Jogja, seperti bandara di Bandung, Surabaya, dan Semarang, tidak ada persoalan
BACA JUGA: Tanggap Darurat Diperpanjang
Kondisinya kini sudah normalTersisa, Bandara Adi Sucipto yang masih ditutup," terangnya.Herry menyayangkan pemberitaan mengenai dampak meluasnya abu vulkanik akibat Merapi, seperti dimuat beberapa media televisi"Apalagi bila pemberitaan tersebut tidak dilengkapi data dari badan informasi yang validAkibatnya, banyak maskapai penerbangan asing yang membatalkan penerbangan ke Indonesia karena merasa khawatir keselamatan maskapai mereka," kata Herry.
Padahal, lanjut Herry, kondisi sebenarnya telah mulai membaik"Kemarin ada berita Bandara Soekarno Hatta Jakarta juga ditutup, itu jelas tidak benarUntuk wilayah Jawa, hanya Jogjakarta saja yang kena abu, selebihnya seluruh bandara masih aman untuk aktifitas penerbangan," jelas Herry.
Kendati hasil pantauan udara mulai membaik, Kemenhub terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas Gunung MerapiKerjasama dilakukan bersama BMKG dan Badan Vulkanologi
"Abu vulkanik itu lebih bergerak ke arah Selatan dan menuju ke laut timur IndiaJadi wilayah seperti Solo, Bandung apalagi Jakarta, masih masuk radius amanSecara umum lalu lintas udara Indonesia masih relatif amanKita terus melakukan pantauan dampak Merapi secara intensifKalau memang berbahaya, kita tentu akan umumkan dan tidak mau mengambil resiko," bebernya.
Hanya saja, kepastian yang disampaikan Kemenhub tak mengubah sikap beberapa maskapai luar negeri membatalkan penerbangannya ke JakartaPihak Bandara Soekarno-Hatta menerima informasi pembatalan dari China Airlines, Malaysia Airlines, dan Jetstar.
"Kalau pun masih ada pembatalan, itu memang hak dari pemilik airlines sendiriYang penting kita sudah memberikan rekomendasi bahwa kondisi udara di Indonesia masih amanHanya bandar udara Jogjakarta yang masih kita tutup sementara, menunggu perkembangan dari Merapi," pungkasnya.(afz/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Putusan MK Dinilai Picu Potensi Konflik
Redaktur : Tim Redaksi