MEDAN-Penyidik Polda Sumut Periksa tiga orang saksi dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) LangkatPemeriksaan ketiganya terkait ijazah palsu yang digunakan HP anak Wakil Bupati Langkat untuk masuk sebagai PNS diwilayah Langkat
BACA JUGA: Gelombang 5 Meter Lebih, Angin 33 Knot
Pemeriksaan itu dibenarkan Kasubdit Ekonomi Dit Reskrimusus Polda Sumut AKBP Edi Pariadi saat dikonfirmasi wartawan via selular
BACA JUGA: Milad GAM, Bendera Bulan Bintang Berkibar
Sementara, pantauan POSMETRO MEDAN (Group JPNN) sekitar 7 orang menaiki mobil dinas Kijang BK 359 P datang memasuki gedung Reskrimsus Polda Sumut
BACA JUGA: Penyerang Brimob Kelompok Penembak Kapolsek
Tapi ketika mengetahui yang ditanyai adalah wartawan, mereka langsung bungkam dan bergegas pergiTerpisah, Direktur Reskrimsus Polda Sumut Kombes Sadono Budi Nugroho mengatakan, sejak Rabu hingga Jumat pihaknya akan terus memeriksa pihak-pihak terkait dalam kasus itu"Ya, hari ini dipanggil BKDDari Rabu, Kamis sampai Jumat ada pemeriksaan terus terkait itu," kata Sadono dikonfirmasi via selularnya
Namun, Sadono tidak mengetahui pasti materi pemeriksaan terhadap orang-orang BKD Langkat itu"Kalau materi pemeriksaan saya tidak tahu persis, ini masih di luar kota," ujarnyaSaat disinggung kapan HP akan dipanggil, Sadono belum bisa memastikannya"Tunggu sudah cukup bukti-bukti baru kita panggilJadi kalau sudah lengkap keterangannya, dia kan tidak bisa mengelakKarena kalau kita panggil duluan, jika keterangannya bohong kita nggak tahu," kata Sadono.
Ketua Lembaga Wartawan Indonesia (LWI) Sumut, Arief B Simatupang membantah jika dikatakan sudah pernah dimintai keterangan terkait kasus iniApalagi jika dikatakan sudah membuat laporan polisi seperti yang disebukan Sadono beberapa waktu lalu"Belum ada kita dipanggil dan membuat LPSiapa yang bilang, mungkin orang AMIK itu yang sudah buat LP dan sudah diperiksa," kata Arief
Namun, Arif membenarkan jika dirinya sudah ditelpon Direktur Krimsus Kombes Sadono Budi beberapa waktu lalu"Pak Sadono bilang, nanti mereka mengundang kami untuk datangTapi sampai sekarang undangan tertulis atau via telpon belum ada juga," katanyaArief berharap, polisi harus bersikap tegas dalam kasus tersebut"Data sudah lengkap dan akuratPolisi kan cuma tinggal panggil-panggil aja, periksaJadi harus ada titik terangnya, jangan nanti mengambang," tandasnya.
Tujuh Saksi Sudah Diperiksa Terkait Ijazah Palsu Anak Wabup Langkat Hingga saat ini, penyidik Subdit Ekonomi Dit Reskrimsus Polda Sumut sudah memeriksa sebanyak tujuh saksi terkait laporan dugaan ijazah palsu HP anak Wakil Bupati Langkat"Semuanya sudah tujuh saksiTiga saksi dari AMIK MBP dan empat saksi dari BKD Langkat," kata Kasubbid PID Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan, setelah sebelumnya mengkonfirmasi Kasubdit Ekonomi AKBP Edi Pariadi melalui selularnya"Status kasusnya sudah sidik," tambah Nainggolan
Namun, Nainggolan mengaku belum tahu, kapan pihak terlapor akan dipanggil penyidik"Ini sudah tinggal panggil-panggil saja, karena statusnya kan sudah ditingkatkan menjadi penyidikanJadi tinggal menentukan tersangkanya," kata Nainggolan.
Sementara, saat coba ditemui, Kasubdit Ekonomi AKBP Edi Pariadi terkesan menghindar untuk ditanyaiSekitar dua kali ia keluar masuk Gedung Reskrimsus Polda Sumut, namun saat disambangi, ia terlihat jalan cepat masuk kedalam gedung"Mau rapat- mau rapat," ujarnya berlalu meninggalkan wartawan(ala)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Burung Masuk Baling-baling, Garuda Batal Terbang
Redaktur : Tim Redaksi