Daging Impor Marak, Pemotongan Sapi Menurun

Senin, 05 Juni 2017 – 01:40 WIB
Ilustrasi daging sapi. Foto: JPNN

jpnn.com, MALANG - Volume pemotongan di Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Malang masih stagnan.

Padahal, kebutuhan daging meningkat saat Ramadan.

BACA JUGA: Parah! Daging Sapi dan Babi Dioplos, Sudah 6 Bulan

Saat ini, RPH Kota Malang rata-rata hanya memotong 35 ekor sapi tiap harinya. Angka ini sama dengan hari-hari di luar bulan Ramadan.

Sementara bila dibandingkan dengan tahun lalu, angka tersebut menunjukkan adanya penurunan yang cukup signifikan.

BACA JUGA: KIBIF Hadir di CFD Thamrin Selama Ramadan

”(Ramadan) tahun lalu bisa sampai 40–45 ekor sapi per hari. Tapi tahun ini hanya 35 ekor saja per hari,” ujar Direktur RPH Kota Malang Djoko Sudadi, Jumat (2/6).

Dia membenarkan bahwa penurunan jumlah pemotongan di RPH Kota Malang disebabkan oleh ”serbuan” daging impor.

BACA JUGA: Resmikan SMA TN Nala, Jokowi Bicara Bonus Demografi

Dari sisi harga jual, daging lokal sulit bersaing dengan daging impor.

Daging impor, rata-rata dijual Rp 80 ribu per kilogram.

”Sementara daging sapi lokal masih di angka Rp 115 ribu per kilogram,” kata dia.

Bahkan, tak menutup kemungkinan harga daging sapi lokal menanjak naik jelang Lebaran nanti. 

”Naiknya pas Lebaran nanti. Satu sampai dua hari. Mungkin, naiknya juga tidak terlalu signifikan, hanya sekitar Rp 5 ribu. Itu sudah paling tinggi,” terangnya. (fis/c1/muf)

BACA ARTIKEL LAINNYA... KIBIF Jamin Penuhi Kebutuhan Daging Sapi Hingga Idul Fitri


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler