Dahlan Jamin Akuisisi BTN Menguntungkan

Selasa, 22 April 2014 – 07:28 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan kukuh terhadap rencana akuisisi BTN yang bakal dilakukan oleh Bank Mandiri. Meski mendapat tentangan dari berbagai pihak, dia mengaku tak khawatir. Pasalnya, rencana itu diklaim menguntungkan bagi kedua pihak.

Dia mengaku, pihaknya tak akan mengundurkan rencana tersebut. Bahkan, dia secara pribadi siap menampung resistensi dari pegawai sampai DPR. Hal tersebut seiring sikap direksi Bank BTN belum jelas. "Biar pun beberapa pihak menentang ide akuisisi BTN oleh Bank Mandiri tapi saya tidak akan mundur. Kalau direksi (BTN) tidak bisa atasi, silahkan demo saya," ungkapnya dalam pesan singkat kepada wartawan. (21/4).

BACA JUGA: BI Prediksi April Terjadi Deflasi

Dia berpendapat, penolakan akuisisi BTN oleh Bank Mandiri tidak masuk akal. Pasalnya, langkah ini justru dilakukan untuk memperbesar kemampuan BTN. Khususnya, lini bisnis penyaluran kredit perumahan. Dengan begitu, BTN bisa menjadi lebih menjadi terdepan sebagai penyalur KPR (kredit pemilikan rumah). "Selama ini BTN tidak mampu menyalurkan pembiayaan perumahan dalam jumlah besar," ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan BI mendukung adanya upaya konsolidasi perbankan. "Kalau seandainya sistem mendorong terjadinya perbankan yang lebih sehat, "konsolidasi perbankan adalah sesuatu yang harus kita dukung," "ungkapnya di Gedung BI, Senin (21/4).

BACA JUGA: Akuisisi Bakal Untungkan BTN dan Mandiri

Kendati demikian, aksi korporasi konsolidasi tersebut tetap dia serahkan sepenuhnya pada dua institusi terkait. "Yang jelas keduanya (bank) harus harmonis. Kalau diyakini memberi nilai tambah, mereka akan memberi keputusan mengenai hal ini," tambahnya.

Secara umum, otoritas moneter menilai rasio kecukupan modal perbankan dalam kondisi baik di level 19 persen. Begitu juga rasio kredit bermasalah yang ada di tingkat rendah di bawah 5 persen.

BACA JUGA: Hatta Tegaskan Rencana Mandiri Akuisisi BTN Belum Final

Konsolidasi perbankan perlu dilakukan adalah untuk mendukung industri perbankan yang sehat. Antara lain dari sisi modal, manajemen, dan pertumbuhan tanpa meninggalkan prinsip kehati-hatian."Jika ada rencana merger atau akuisisi, BI akan mengawasi lebih dalam. Apalagi jika institusi tersebut termasuk kategori sistematically important bank (bank berdampak sistemik)," "jelasnya.

Sebelumnya, Serikat Pekerja (SP) BTN sudah menyatakan sikap resmi menentang akusisi BTN oleh Bank Mandiri. Ketua SP BTN Satya Wijayantara menilai keputusan ini menyalahi regulasi yang ada. Misalnya, ketentuan pasar modal untuk melaksanakan beberapa persiapan seperti due diligence.
"Ini adalah aksi nekad Dahlan menabrak regulasi. Padahal, belum izin kepada siapapun termasuk Menteri Keuangan, Menko Perekonomian dan Presiden,"" jelasnya. (gal/bil/gen/kim)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Akuisisi BTN, Bank Mandiri Jadi Pesaing Bank Asing


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler