Dana Abadi Pendidikan Digelontor Rp 6,5 T

Total Kini Berjumlah Rp 24 T

Selasa, 01 Juli 2014 – 08:04 WIB

JAKARTA - Pundi-pundi dana abadi pendidikan yang dikelola Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) terus menggunung. Paling anyar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kembali menggelontorkan dana segar untuk dana abadi pendidikan sebesar Rp 6,5 triliun.
 
Mendikbud Mohammad Nuh menuturkan, dana abadi pendidikan tahun ini mendapatkan tambahan anggaran dari APBN Perubahan 2014 sebesar Rp 6,5 triliun.

Dia menuturkan sebelum mendapatkan suntikan itu, dana abadi pendidikan berjumlah Rp 17 triliun. "Sehingga sekarang kalai dibulatkan, sekitar Rp 24 triliun," ujar Nuh kemarin.
 
Menteri asal Surabaya itu menjelaskan, dengan dana pokok Rp 24 triliun itu, bisa mendapatkan hasil pengelolaan sekitar Rp 2 triliun. Uang pokok dana abadi pendidikan itu bakal terus berkembang. Pasalnya pemerintah menetapkan bahwa 10 persen dari hasil pengelolaan dana abadi pendidikan itu, harus dikembalikan lagi ke dana induknya.
 
Selama ini pemerintah hanya menggunakan hasil pengelolaannya saja. Di antaranya dipakai untuk beasiswa pendidikan tinggi di dalam dan di luar negeri, pembiayaan penelitian, serta rehab sekolah darurat akibat bencana.
 
Nuh menjelaskan bahwa program pengelolaan dana abadi pendidikan ini tidak berhenti ketika Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II berakhir. Dia menjelaskan program ini juga bakal dilanjutkan oleh pemerintahan mendatang. "Naif rasanya jika kita tidak ada dana yang berkesinambungan," katanya.
 
Dia menjelaskan masyarakat tidak perlu khawatir dengan pengelolaan dana abadi pendidikan ini. Nuh menegaskan bahwa dana abadi pendidikan ini berbeda dengan dana abadi umat yang didapat dari kegiatan penyelenggaraan ibadah haji.
 
Perbedaan utama adalah, dana abadi pendidikan ini dikumpulkan dari APBN dan direstui penggunannya oleh DPR. Sedangkan dana abadi umat itu bersumber dari dana yang dikumpulkan dari calon jamaah haji.
 
Nuh juga menanggapi kritikan bahwa alokasi dana abadi pendidikan ini terkesan menghambur-hamburkan anggaran. Sebab di sejumlah titik masih ada sekolah yang rusak serta banyak masyarakat belum bisa mengakses pendidikan.
 
Mantan rektor ITS Surabaya itu menuturkan, memang benar masih banyak sekolah yang perlu diperbaiki. Begitu juga masih banyak anak-anak yang perlu dibantu untuk bisa terus sekolah.

BACA JUGA: 314 Kepsek di Depok Terancam Dipecat

"Dana abadi pendidikan ini bersifat seperti tabungan. Untuk sekolah rusak dan lain-lainnya itu, sudah ada anggarannya sendiri," jelasnya.
 
Dengan keuangan negara yang sehat, Nuh optimis ke depan dana abadi pendidikan yang dikelola LPDP bakal semakin besar. Dia mengatakan dana abadi pendidikan sudah mencapai Rp 24 triliun dan baru dikumpulkan sejak 2011 lalu.

Jika pemerintah ke depan bersedia mengalokasikan anggaran untuk tabungan dana abadi pendidikan, Nuh optimis lima tahun lagi total dana abadi pendidikan mencapai Rp 50 triliun.
 
"Sudah ada yang berani memberikan return pengelolaan 10 persen," jelas Nuh. Dengan demikian dari asumsi uang pokok dana abadi pendidikan sebesar  Rp 50 triliun itu, maka hasil pengelolaannya mencapai Rp 5 triliun per tahun. Kemudian Rp 500 miliar diantaranya, dimasukkan lagi ke dana induk. (wan)

BACA JUGA: PTN Diminta Perbanyak Rekrut Pelamar Daerah

BACA JUGA: JK Anggap Penting Pemetaan Kualitas Pendidikan

BACA ARTIKEL LAINNYA... Hatta Janji Perbaiki Akses dan Jangkauan Pendidikan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler