Dana Aspirasi Gagal, Harry Azhar Dicopot

Selasa, 20 Juli 2010 – 06:43 WIB

JAKARTA - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Harry Azhar Aziz, dicopot dari posisinyaDia digantikan kader Golkar lainnya, Melchias Marcus Mekeng, yang sebelumnya menjabat Wakil Ketua Komisi XI DPR

BACA JUGA: Hari Ini Golkar Putuskan Status Bupati Talaud

Disinyalir, pergantian itu terkait dengan tidak lolosnya dana aspirasi yang selama ini digulirkan oleh Golkar.

Pelantikan Mekeng selaku Ketua Banggar DPR dipimpin Wakil Ketua DPR RI Anis Matta, Senin (19/7)
Pergantian itu diberlakukan setelah pada 14 Juli 2010 lalu keluar surat pergantian jabatan ketua Banggar yang ditandatangani langsung oleh Ketua Fraksi Partai Golkar, Setya Novanto.

Usai pelantikan, Mekeng menegaskan bahwa pergeseran posisi tersebut sekadar rotasi biasa di tubuh Fraksi Partai Golkar

BACA JUGA: Bawaslu Usulkan Pemecatan Ketua KPU Kepri

Rotasi itu dilakukan atas dasar evaluasi kinerja dewan di Senayan setiap tahun
“Evaluasi satu tahun itu jatuh saat pembahasan APBN Perubahan 2011 dilakukan

BACA JUGA: MK Tolak Gugatan Sengketa Pilkada Siantar

Jadi itu agak kikukApalagi, masa sidang kita tinggal dua minggu,” ucapnya.

Dia menambahkan, pergeseran posisi Ketua Banggar sepenuhnya berada di tangan Fraksi Partai Golkar“Kita tidak boleh bertanya kenapaBesok diganti di tempat lain itu hak fraksi," paparnya yang juga mengaku siap kapan saja di tukar lagi jabatannya

Sementara pengamat politik UI, Iberamsjah, melihat bahwa pergantian Harry Azhar Aziz itu jelas disebabkan gagalnya wakil rakyat dari daerah pemilihan Kepulauan Riau itu meloloskan ide Golkar tentang dana aspirasi“Bisa saja, Harry diganti karena tidak memenuhi keinginan para elite Partai Golkar yang menginginkan dana aspirasi tersebut gol,” kata Iberamsjah

Ditambahkannya, bisa jadi Harry sudah ngotot untuk menggolkan dana aspirasi tersebut, tapi di tingkat lobi antar fraksinya gagal“Jadi lobi-lobi Harry tidak begitu bagus atau lemah, sehingga para elite Golkar mencoba merotasinya,” tegasnya.

Saat ditanya bahwa pergantian itu karena evaluasi tahunan, Iberamsjah mengaku tidak mempercayainya“Itu hanya alasan, karena orang-orang Golkar itu kan paling pintar bersilat lidah,” pungkasnya.

Sedangkan Ketua Fraksi Golkar, Setya Novanto, menegaskan bahwa yang terjadi sebenarnya bukan sekadar pergantian, tapi pertukaranMekeng menggantikan Harry sebagai Ketua Badan Anggaran DPR, sementara Harry menjadi Wakil Ketua Komisi XI menggantikan Mekeng“Pertukaran untuk melakukan kesinambunganHarry itu ahli di bidang makro, Pak Mekeng itu ahli di bidang mikro,” kata Setya kepada wartawan.

Karena itu, Golkar menilai Harry Azhar sepertinya lebih tepat melakukan pengawasan terhadap pemerintah dengan menjadi pimpinan Komisi XISementara Mekeng yang mendalami detail seperti bujeting cocok memimpin Badan Anggaran“Ini mestinya tepat,” kata Setya.(dil)

BACA ARTIKEL LAINNYA... MK Sahkan Hasil Penghitungan Ulang Pilkada Lamongan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler