Dana Bantuan Cair Sebelum Penutupan Dolly

Kamis, 05 Juni 2014 – 07:27 WIB

jpnn.com - SURABAYA– Kurang dari dua pekan lagi lokalisasi Dolly ditutup, tepatnya pada 18 Juni. Itu maju sehari daripada jadwal semula. Percepatan tersebut membuat semua pihak mempersiapkan diri agar penutupan bisa berjalan lancar dan mulus.

Rabu malam (4/6) diadakan rapat koordinasi antara pengurus RT dan RW di lokalisasi Dolly dan Jarak. Mereka diundang untuk memberikan penjelasan terbaru tentang rencana penutupan kompleks prostitusi yang disebut-sebut pernah menjadi yang terbesar se-Asia Tenggara itu.

BACA JUGA: Airin Targetkan Tiap RW di Tangsel Punya Bank Sampah

Rapat tersebut sekaligus menepis anggapan bahwa selama ini tidak ada sosialisasi dengan warga.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Surabaya Dedi Sosialisto mengungkapkan, sudah tidak terhitung pertemuan dengan warga itu.

BACA JUGA: Takut Dijerat Tersangka, Kemenag Bengkulu Tolak CJH Titipan Pejabat

Namun, sejauh ini yang diajak untuk berembuk memang pengurus RT dan RW. Diharapkan para pengurus itu bisa getok tular kepada warga lainnya. ’’Sosialisasi itu sudah berkali-kali. Bahkan, pernah langsung di rumah dinas wali kota,” ungkap dia kemarin.

Dia menyebutkan, sejauh ini persiapan penutupan lokalisasi itu sangat matang. Banyak pihak yang menyatakan dukungannya. Mulai tokoh agama hingga masyarakat. Support serupa datang dari aparat keamanan yang akan mem-back up penuh penutupan tersebut. ”Kami rapat terus untuk pemantapan,” sebutnya.

BACA JUGA: 14 Rumah dan 12 Sepeda Motor Ludes Terbakar di Batam

Dedi menyebutkan, uang bantuan untuk para PSK itu sudah diproses di Kementerian Sosial. Total ada 1.400 PSK yang akan mendapat dana bantuan tersebut.

Mereka sebelumnya juga mendapat tawaran untuk mengikuti pelatihan. Pendataan itu dilakukan secara tertutup oleh petugas dari kelurahan dan kecamatan.

Untuk mucikari, update data masih berlangsung. Pada pendataan sebelumnya, tercatat ada 311 mucikari. Data itu akan diserahkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk pencairan dana bantuan bagi mereka.

Kepala Biro Administrasi Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Jawa Timur Ratnadi Ismaon mengungkapkan telah mendengar penutupan lokalisasi Dolly yang dimajukan sehari. Tapi, surat resmi tentang rencana tersebut belum dia terima.

Dia memastikan percepatan itu tidak akan berpengaruh pada pencairan dana untuk mucikari. Dana tersebut direncanakan cair sebelum penutupan berlangsung. ”Lebih cepat sehari itu tidak masalah. Dananya siap sebelum penutupan,” ungkapnya. (jun/c6/ib)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mendagri tak Hambat Sumut jadi 5 Provinsi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler