Danamon Cetak Laba Rp 1,43 T

Sabtu, 21 Agustus 2010 – 14:12 WIB
JAKARTA -PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) mencetak Laba Bersih Setelah Pajak (NPAT) konsolidasi sebesar Rp 1.433 miliar untuk semester pertama tahun 2010Peningkatan sebesar 65 persen dari Rp 870 miliar yang dicatatkan untuk periode yang sama tahun lalu

BACA JUGA: Terus Cetak Rekor Baru

Pencapaian ini dikontribusikan oleh percepatan pertumbuhan kredit, khususnya di segmen kredit mass-market dan marjin usaha yang stabil.
 
“Sejalan dengan perkembangan positif pada perekonomian, kami berhasil mempercepat tingkat pertumbuhan kredit pada kuartal-kuartal yang lalu
Kredit kami tumbuh 15 persen secara setahunan (year on year) dikontribusikan oleh semua segmen kredit dalam portfolio kami,” jelas Henry Ho, Direktur Utama Danamon di Jakarta, Jumat (20/9).“Bercermin pada pengalaman kami dalam melayani segmen mass-market selama ini, kami berpandangan bahwa segmen ini, khususnya layanan perbankan mikro dan pembiayaan consumer akan terus menjadi pendorong utama bagi Danamon dalam kuartal-kuartal mendatang,” lanjut Henry

BACA JUGA: Permata Kucurkan KPR Rp 500 M



Total kredit Danamon mencapai Rp 71.074 miliar pada akhir semester pertama 2010, tumbuh dari Rp 61.586 miliar setahun yang lalu
Dalam kuartal kedua 2010, kredit Danamon naik 10 persen, dari Rp 64.447 miliar pada akhir Maret 2010

BACA JUGA: BRI Akuisisi Bank Agroniaga


 
Vera Eve Lim, Chief Financial Officer dan Direktur Danamon mengatakan, perseroan juga telah berhasil meraih momentum yang positif bagi sisi pendanaan kamiKomposisi pendanaan pihak ketiga terus membaik dengan adanya pertumbuhan yang signifikan pada komponen tabungan dan giro (CASA)Pada akhir Juni 2010, CASA mencakup 39 persen dari total dana pihak ketiga, tumbuh 31 persen ke tingkat Rp26,5 triliun dari Rp20,2 triliun“Ke depannya, kami akan melanjutkan inisiatif-inisiatif yang telah kami jalankan untuk menyalurkan kredit dan memperkuat pendanaan, dan akan terus memanfaatkan peluang-peluang pertumbuhan yang ada,” lanjut Henry.

Kinerja keuangan Danamon untuk semester pertama lalu dikontribusikan oleh pertumbuhan 10 persen dalam pendapatan bunga bersih (net interest income) yang mencapai Rp 4.843 miliar dari Rp 4.419 miliar pada semester pertama tahun 2009Peningkatan ini memungkinkan Danamon untuk mempertahankan margin bunga bersih (net interest margin) yang mencapai 11,6 persen di akhir paruh pertama tahun ini dibandingkan 10 persen pada akhir semester pertama tahun lalu.

Sementara itu, biaya kredit (cost of credit) Danamon mencapai Rp 562 miliar, turun tiga persen dari kuartal sebelumnyaDengan demikian, Return on Average Asset (ROAA) Danamon mencapai 3,0 persen pada kuartal kedua tahun ini sementara Return on Average Equity (ROAE) mencapai 19,3% terlepas dari tingkat kapitalisasi Danamon relatif yang tinggiPada akhir semester pertama 2010, Rasio Kecukupan Modal (CAR) Danamon berada diantara yang tertinggi di Indonesia pada tingkat 18 persen dengan memperhitungkan risiko operasional.

Kredit mass-market; yang meliputi pembiayaan mikro melalui Danamon Simpan Pinjam (DSP) dan pembiayaan kendaraan bermotor melalui anak perusahaan Adira Finance (Adira), terus menjadi penggerak bagi pertumbuhan kredit DanamonKredit di segmen mass-market ini secara gabungan mencatatkan pertumbuhan sebesar 34 persen sepanjang semester pertama tahun 2010

"DSP membukukan pertumbuhan kredit sebesar 20 persen dari kuartal sebelumnya menjadi Rp 13.745 miliar, sementara pembiayaan Adira mencapai Rp 24.184 miliar, atau naik 43 persen dari periode yang sama tahun lalu,” papar Vera.

Kredit dari segmen lain dalam buku Danamon mencakup kredit usaha kecil menengah (UKM) dan komersial, yang tercatat sebesar 25 persen dari total kredit Danamon; kredit ritel dan wholesale yang membentuk masing-masing tujuh persen dan 12 persen dari total kredit Bank sampai dengan 30 Juni 2010Rasio kredit bermasalah atau NPL (gross) Danamon turun menjadi 3,4 persen per 30 Juni 2010 dari 4,0 persen di akhir kuartal sebelumnya

“Sejalan dengan upaya yang berkelanjutan untuk meningkatkan kemampuan pendanaan kami, porsi tabungan dalam dana pihak ketiga kami tumbuh 34 persen secara year on year sementara porsi giro tumbuh 27 persenTabungan dan giro masing-masing mencapai Rp 17.611 miliar dan Rp 8.907 miliar,” jelas Vera.

Pada 30 Juni 2010, Rasio Kredit terhadap Total Dana Pihak Ketiga (Loan to Deposit Ratio/LDR) ada pada tingkat 98,8 persen sementara rasio kredit terhadap total pendanaannya mencapai 89,6 persen(snd)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Transaksi Rp 7 Triliun, IHSG Ukir Rekor Baru


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler