Darurat Campak, Pemerintah Samoa Tutup Semua Sekolah

Minggu, 17 November 2019 – 20:56 WIB
Lebih dari 700 warga Samoa terserang campak dengan sebagian besar korban adalah bayi di bawah dua tahun. Foto: RNZ Pacific / Jenny Meye

jpnn.com - Wabah campak yang melanda Samoa makin mengkhawatirkan. Pemerintah negara kepulauan di Pasifik itu sampai harus menetapkan status darurat yang menghentikan semua kegiatan belajar mengajar serta membatasi kegiatan masyarakat.

Pemerintah Samoa mengumumkan status epidemik campak pada akhir Oktober. Sedikitnya tujuh nyawa sudah melayang akibat penyakit menular tersebut. Total ada 716 pasien yang diduga terserang campak di negara berpopulasi 200 ribu itu.

BACA JUGA: Jumlah Kasus Campak Meningkat di Seluruh Dunia, WHO Salahkan Penolak Vaksin

"Melihat kondisi saat ini dan rendahnya cakupan imunisasi kami mengantisipasi situasi akan memburuk," ujar Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Samoa, Leausa Take Naseri.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sekitar sepertiga popualasi Samoa belum mendapat imunisasi campak. Mulai akhir pekan ini pemerintah mewajibkan imunisasi bagi setiap warga yang belum mendapatkannya.

BACA JUGA: Kasus Campak Meningkat di Seluruh Dunia, Ini Alasannya

Sementara itu, Selandia Baru berencana mengirim bantuan ke negara tetangganya tersebut dalam waktu dekat. Untuk tahap awa, sebanyak 3 ribu vaksin dan 12 perawat akan diberangkatkan ke Samoa.

"Campak adalah penyakit yang mudah menular, dan wabahnya telah menelan korban jiwa di Samoa. Menjadi tugas kita bersama untuk bekerja menghentikan penyebaran penyakit tersebut," kata Menteri Luar Negeri Selandia Baru Winston Peters.

BACA JUGA: Masyarakat Diimbau Sadar Bahaya Campak dan Rubella

Belakangan ini kasus campak meningkat secara global, termasuk di negara kaya seperti Amerika Serikat dan Jerman. Tren ini diduga kuat berkaitan dengan makin banyaknya orang tua yang anti terhadap vaksin. (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler