Darurat, Mali Berkabung Nasional Tiga Hari

Minggu, 22 November 2015 – 14:16 WIB
Ilustrasi. Foto: JPNN

jpnn.com - BAMAKO - Presiden Mali Ibrahim Boubacar Keita mendeklarasikan status darurat setelah penyerbuan dan penyanderaan di Hotel Radisson Blu, Jumat (20/11). Tak tanggung-tanggung, status itu akan berlaku hingga sepuluh hari ke depan.

Saat ini, pemerintah Mali sudah mengetahui identitas para korban. Di sisi lain, pemerintah Mali juga tetap memburu tiga pelaku kejahatan tersebut. ''Teror tidak akan pernah menang,'' tegas Keita.

BACA JUGA: WASPADA! Situs ISIS Sebut Indonesia Target Selanjutnya...

Selain itu, Keita juga mendeklarasikan hari berkabung nasional selama tiga hari mulai Senin (23/11). Kemarin Keita melawat hotel milik Amerika Serikat (AS) tersebut. Aparat masih menjaga ketat lokasi kejadian.

Ruas-ruas jalan di sekitar hotel juga masih ditutup. Bukan hanya itu, polisi dan militer Mali juga disiagakan di berbagai titik strategis negara tersebut. Termasuk kawasan perhotelan, perbankan, dan gedung-gedung publik lainnya.

BACA JUGA: Di Malaysia, Jokowi Tengahi Konflik Laut China Selatan

Sebagaimana diketahui, penyerbuan yang berlanjut dengan drama penyanderaan selama sekitar sembilan jam tersebut menewaskan 19 korban dan dua pelaku. Sebelumnya, para pelaku menyandera 170 tamu dan staf hotel mewah. (AFP/Reuters/BBC/hep/c15/ami)

BACA JUGA: Walah.. Walah.. Pasangan Kekasih Ini 7 Bulan Nggembel di Bandara

BACA ARTIKEL LAINNYA... Serangan Hotel: Mali Nyatakan Darurat dan Berkabung Tiga Hari


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler