Data Honorer jadi CPNS Dimanipulasi

Rabu, 25 Agustus 2010 – 08:02 WIB

AMURANG -- Disinyalir banyak tenaga honorer di Minahasa Selatan (Minsel) dan Sulut pada umumnya, yang memalsukan data usulan pengangkatan menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS)Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Minsel sudah menemukan adanya kecurangan pembuatan data

BACA JUGA: Hari Ini Gugatan Incumbent Bombana Disidang MK

Yang paling banyak adalah manipulasi tahun pengangkatan di SK sebagai honorer.

"Ada sejumlah berkas tenaga honorer yang diperiksa ternyata di kop surat awal, pembuatan tahunnya berbeda dengan tahun penandatanganan SK
Dan hal ini langsung kami gugurkan," jelas Kepala BKDD Minsel, Drs James Tombokan, kemarin.

Dia mengatakan, jika data-data yang dimanipulasi itu dikirim ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN) dan BKN mengetahui adanya manipulasi tu, maka tenaga honorer dimaksud bisa dibui

BACA JUGA: 25 Saksi Kompak Sudutkan VL

"Kalau ditemukan tim pemeriksa dari pusat, maka bisa dijerat dengan tindak pidana pemalsuan," ujarnya mengingatkan.

Dia menyebutkan, saat ini saat data sementara tenaga honor yang masuk kategori satu (diangkat dari tahun 2005 ke bawah) sudah tercatat ada 226
Dia memperkirakan, jumlahnya bakal bertambah lagi

BACA JUGA: Puluhan Guru Keracunan Saat Pelatihan

Dia mengatakan, dari jumlah itu kemungkinan yang akan diusulkan ke pusat tak lebih dari 100

Mengenai siapa yang bisa diangkat jadi CPNS nantinya, Tombokan menjelaskan, semua tergantung dari tim verifikasi pusat"Sistim pemeriksaan dari tim pusat sangat ketatBKDD Minsel hanya merekap data, soal melakukan verifikasi ada ditangan tim gabungan pusat," jelasnya.

BKD Minsel sendiri sudah menyusun berkas data yang akan dikirim ke pusatPantauan Manado Post, para tenaga honor berusaha mencari tahu berkas mereka lengkap atau tidakMereka "mengawal" berkas, untuk memastikan data dirinya ikut diusulkan ke Jakarta(vif/sam/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bolos, 56 PNS Terjaring Operasi GDN


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler