Data PSK Dolly, Petugas Terpana Lift Menuju Kamar

Rabu, 14 Agustus 2013 – 10:01 WIB

jpnn.com - SURABAYA - Potensi masuknya pekerja seks komersial (PSK) baru ke lokalisasi Dolly dan Jarak pasca-Lebaran langsung diantisipasi Pemkot Surabaya. Kemarin (13/8) satpol PP yang bekerja sama dengan dinas sosial dan Kecamatan Sawahan mendata PSK di dua lokalisasi terbesar di Surabaya itu.

Sekitar pukul 11.00, sebanyak 50 petugas satpol PP meluncur ke Kelurahan Putat Jaya. Petugas dibagi menjadi beberapa kelompok untuk masuk ke wisma-wisma yang mulai buka pasca Lebaran.

BACA JUGA: Jumlah Penumpang Bus Anjlok

Di Gang Dolly, tempat pertama yang dituju adalah Wisma Madona Blass. Karena mendadak, penjaga wisma kaget dengan kehadiran petugas. Petugas langsung menuju kamar-kamar PSK. Di antara belasan kamar, hanya ada dua kamar yang sudah berpenghuni. Petugas mendata identitas dua PSK tersebut.

Lalu, petugas bertanya soal keinginan mendapat pelatihan apa jika Dolly ditutup. Petugas ingin mengetahui jenis pekerjaan yang bisa dilakukan untuk mengalihprofesikan PSK tersebut. Seperti diketahui, Pemkot Surabaya berencana menutup lokalisasi Dolly pada Lebaran 2014.

BACA JUGA: Ada Celah Ungkap Kasus Pembunuhan wartawan Udin

Setelah itu, petugas menuju ke Wisma Madona 2 yang letaknya berdekatan. Kali ini petugas tidak menemukan satu pun PSK. Salah seorang penjaga wisma menyatakan, kebanyakan PSK belum kembali ke Dolly. "Masih mudik," ujarnya.

Tidak ingin menyerah, petugas memasuki Wisma New Barbara. Di wisma berlantai empat tersebut, petugas terheran-heran. Sebab, kondisi wisma itu cukup mewah. Bahkan, ada sebuah lift layaknya di perkantoran yang bisa digunakan menuju setiap lantai.

BACA JUGA: Berdalih Hiperseks, Banyak Lelaki Poligami

Penjaga New Barbara mengaku, ada empat PSK yang sudah datang. Petugas lantas menyisir setiap lantai wisma tersebut. Memang ada empat PSK yang ditemui petugas. Keempatnya kemudian diminta turun ke lantai bawah untuk pendataan. Saat itu, staf Kecamatan Sawahan bernama Patmawati bertanya asal daerah salah seorang perempuan tersebut.

Salah seorang SPK menjawab berasal dari Jawa Barat. Lalu, Patmawati menanyakan sejak kapan bekerja di Dolly. Ternyata, PSK tersebut baru bekerja sekitar enam bulan di wisma tersebut. Tapi, perempuan berinisial EW itu mengaku pernah bekerja di New Barbara pada 2010. "Saya berhenti sementara dari kerja di wisma pada 2010. Awal 2013, saya kembali lagi," ujarnya.

PSK di wisma New Barbara menjawab pertanyaan petugas dengan rancu. Awalnya, dia mengaku baru bekerja di Dolly sekitar setahun. Lalu, dia meralat menjadi dua tahun. "Itu yang menimbulkan kecurigaan. Keduanya kemungkinan PSK baru," ujar Patmawati.

Soal PSK baru tersebut, Kasi Operasi Satpol PP Surabaya Iskandar mengatakan, pihaknya akan mengidentifikasi keduanya. "Kita bawa ke kelurahan," katanya.

Sementara itu, di Gang Jarak, tidak ditemukan adanya PSK baru. Wisma-wisma cenderung sepi. Sebab, mayoritas PSK libur Lebaran. Di setiap wisma hanya didapati dua hingga tiga PSK. Setiap PSK yang berada di wisma langsung didata.

Salah seorang PSK asal Malang Mistiyah mengatakan, teman-temannya mulai bekerja setelah hari raya ketupat (hari ketujuh, Red). "Baru setelah hari raya tersebut, teman-teman akan mulai berdatangan," ujarnya.

Camat Sawahan Muslich Hariadi menjelaskan, pihaknya akan dengan tegas memberikan sanksi pada Wisma New Barbara jika ternyata ada SPK baru. Sanksi tersebut berupa penutupan wisma. "Kami pasti menutup wisma jika ternyata ada PSK baru," katanya.

Untuk memastikannya, lanjut dia, pihaknya akan mengecek database identitas dua PSK tersebut. Dia mengatakan, sesuai dengan kesepakatan antara warga, pengelola wisma, dan pemkot, akan diberikan sanksi kepada wisma yang ditemukan PSK pasca Lebaran. Sanksinya, harus ditutup. "Itu sudah sesuai kesepakatan," jelasnya.

Muslich menegaskan, pemkot akan menegakkan aturan tanpa pandang bulu. "Aturan tetap harus dijalankan, siapa pun yang harus dihadapi," ujarnya saat ditemui di Kelurahan Putat Jaya.

Kepala Satpol PP Surabaya Irvan Widyanto menjelaskan, pihaknya siap mengeksekusi penutupan Wisma New Barbara jika memang ada PSK baru di sana. "Kami siap eksekusi," tuturnya.

Soal kapan eksekusi tersebut dilakukan, dia mengatakan bergantung pada hasil identifikasi. "Harus dipastikan, apakah itu PSK baru atau tidak," ujar mantan camat Rungkut tersebut.

Sementara itu, Lurah Putat Jaya Bambang Doni Hartono mengatakan, mungkin dua PSK tersebut bukan PSK baru. Sebab, di database terdapat nama keduanya. "Tapi, kami akan cek kembali secara mendalam," pungkasnya.(idr/zuk/c6/nw)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Terpaksa 13 Jam Berdiri di Kapal


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler