Deklarasikan Gerakan Kebangsaan Jamin Kebhinnekaan

Rabu, 09 Februari 2011 – 18:38 WIB
SEJUMLAH tokoh lintas agama mendeklarasikan Gerakan Kebangsaan Menjamin Kebhinekaan dan Kebebasan Beragama, di kantor DPP PKB, Rabu (9/2). Hadir dalam deklarasi itu Ketua DPP PKB Muhaimin Iskandar, Pendeta Jeffrey Tambayong, Rohaniawan Franz Magnis Suseno dan tokoh NU Musdah Mulia dan Ketua Presidium Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA), Muliawan Margadana. Foto : Arundono Wicaksono/JPNN

JAKARTA - Sejumlah pemuka agama hadir di kantor DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Rabu (9/2)Mereka mendeklarasikan 'Gerakan Kebangsaan Menjamin Kebhinekaan dan Kebebasan Beragama, Berkeyakinan dan Beribadah' sebagai respon terhadap maraknya kekerasan yang mengatasnamakan agama akhir-akhir ini di sejumlah daerah

BACA JUGA: BEM Desak KPK Bereskan Mafia Pajak



Sebelum acara deklarasi, Ketua DPP PKB Muhaimin Iskandar, menyatakan, kekerasan yang mengatasnamakan agama harus ditindak tegas
"Kita Mengutuk keras tindak kekerasan dengan mengatasnamakan agama yang terjadi beruntun

BACA JUGA: UU Pensiunan dan Janda Pegawai Diuji

Selayaknya kita menguatkan persaudaraan dan rasa kebangsaan," ujar Muhaimin.

Hadir pada acara itu rohaniawan Franz Magnis Suseno, Musdah Mulia, Pdt
Jeffrey Tambayong dan sejumlah pemuka agama lainnya

BACA JUGA: Fraksi PDI-P Tolak Impor Beras

Menurut Muhaimin, Polri selayaknya bisa bersikap profesional dan sistematis“Melalui intelijen yang dimiliki, Kepolisian mestinya bergerak sigap begitu mendengar adanya isu kekerasan,” tegas Muhaimin

Ia juga meminta kader PKB maupn warga nahdliyin tidak terprovokasi dengan aksi kekerasan yang mengatasnamakan agama"Nadhlyin tidak mau dan terlibat kelompok atas nama Islam yang tidak mengerti sesungguhnya makna Islam," ucapnya.

Hal senada juga dilontarkan Musdah MuliaDitegaskannya, Islam adalah agama damaiNamun kini, ada pihak-pihak yang membajak Islam untuk Membunuh"Jangn sampai Islam dibajak oleh orang-orang yang tak mengerti Islam, untuk merusak keedamaian," tandasnya.

Sedangkan Franz Magnis Suseno mengatakan, selama berpuluh-puluh tahun tinggal di Indonesua dirinya merasa aman"Karena Islam yang mayoritas bisa mengayomi," ucap Magnis.

Namun ia merasa terusik ketika ada pihak yang mengatasnamakan agama tetapi mengusung kekerasan dan pembunuhan"Pertanyannya, kenapa dalam beberapa kejadian ada yang teriak "bunuh...,bunuh...,bunuh!" Saya senang kita bisa kumpul di sini utuk menolaknya," tandasnya

Franz Magnis mengaku sedih ketika melihat video rekaman tentang insiden Cikeusik"Orang sudah meninggal masih ditusuk di cikeusik," ucapnya dengan muka serius.

Dalam hal agama, Franz Magnis tak menampik jika ada pihak yang berbeda paham, lantas menganggap aliran lain sesatNamun hal itu bukan dasar untuk berbuat keji(mur/ara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kejaksaan Telusuri Tuntutan Terdakwa Century


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler