Demi Khashoggi, Turki Teliti Tiap Jengkal Konsulat Saudi

Rabu, 17 Oktober 2018 – 09:15 WIB
Kantor Konsulat Saudi di Istanbul. Foto: Reuters

jpnn.com, ISTANBUL - Polisi Turki mulai mencari bukti-bukti dugaan pembunuhan Jamal Khashoggi di gedung Konsulat Arab Saudi mulai Senin (15/10). Di tempat itulah, Khashoggi kali terakhir terlihat pada 2 Oktober lalu.

Sebenarnya izin dikantongi sejak sekitar dua pekan lalu. Namun, permintaan Saudi untuk melakukan penyelidikan bersama membuat Turki menunda investigasi sampai Senin.

BACA JUGA: Balas Ancaman Amerika, Saudi Goyang Harga Minyak

Senin itu, tim dari Saudi masuk lebih dulu. Baru sekitar sejam kemudian, penyelidik dari Turki tiba di lokasi. Mereka berada di dalam gedung selama sekitar sembilan jam.

Dua tim baru meninggalkan konsulat kemarin dini hari. Setiap tim membawa sejumlah sampel. Salah satunya adalah tanah di area taman.

BACA JUGA: Larutan Asam Hancurkan Jenazah Khashoggi

Menlu Turki Mevlut Cavusoglu menuturkan, pencarian berlanjut kemarin. Menurut Reuters, area pencarian diperluas. Selain itu, rumah dinas Konjen Saudi Musa'd bin Abdulmuhsin Al Ganawi di Istanbul menjadi sasaran penggeledahan.

Sebab, 15 pria Saudi yang diduga sebagai eksekutor Khashoggi sempat mendatangi rumah tersebut pada 2 Oktober lalu. Selain itu, tim gabungan akan memeriksa mobil-mobil diplomatik milik konsulat.

BACA JUGA: Jamal Khashoggi Hilang, Bursa Saudi Terguncang

''Banyak hal yang dicari dalam penyelidikan ini. Misalnya, zat beracun dan material yang dicat ulang,'' ujar Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam jumpa pers kemarin, Selasa (17/10).

Belum diketahui itu hanyalah dugaan ataukah memang benar ada bagian gedung konsulat yang baru dicat untuk menghilangkan barang bukti.

Sebelum para penyelidik masuk, ada petugas kebersihan yang masuk ke gedung tersebut. Bisa jadi, banyak bukti di dalam gedung yang hilang karena kejadian itu sudah berlangsung dua pekan.

Komisioner HAM PBB Michelle Bachelet menegaskan, dua minggu adalah waktu yang lama untuk membiarkan tempat kejadian perkara (TKP) tidak diperiksa.

Saudi semestinya menarik imunitas para pejabat di konsulat tersebut. Dengan begitu, investigasi bisa berlangsung lebih leluasa.

''Imunitas seharusnya tidak digunakan untuk menghalangi penyelidikan atas apa yang terjadi dan siapa yang bertanggung jawab,'' tegas Bachelet kemarin. (sha/c14/hep)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kasus Khashoggi Pertaruhan Kredibilitas HAM Amerika


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler