Demi Pertanian Berkelanjutan, Petrokimia Gresik Kenalkan Phonska Oca

Minggu, 26 Juli 2020 – 03:01 WIB
Petrokimia Gresik kenalkan pupuk Phonska Oca. Foto: dok for jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Berdasarkan data Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) tahun 2018, setidaknya 70 persen dari 8 juta hektare lahan sawah di Indonesia kurang sehat.

Artinya, sekitar 5 juta hektare lahan sawah memiliki kandungan bahan organik yang rendah.

BACA JUGA: Petrokimia Gresik Genjot Produktivitas Pertanian di Gorontalo, Hasilnya Memuaskan

Kondisi itu disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah penggunaan pupuk anorganik dan pestisida yang berlebihan.

Atas dasar itu, Petrokimia Gresik bekerja sama dengan Dinas Pertanian Lumajang menggelar penyemprotan massal pupuk NPK dan organik cair Phonska Oca pada lahan budidaya padi 30 hektare di Desa Karangsari, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jumat (24/7).

BACA JUGA: Pupuk Indonesia Bukukan Kinerja Positif di Kala Pandemi

“Melalui kegiatan ini, kami juga ingin meningkatkan kesadaran petani tentang pentingnya penggunaan pupuk organik, dalam hal ini adalah Phonska Oca," ujar Direktur Pemasaran Petrokimia Gresik Digna Jatiningsih.

Phonska Oca merupakan gabungan antara pupuk majemuk NPK dan pupuk organik dalam bentuk cair, dengan kandungan C-Organik minimal 6%, unsur hara makro Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), dan diperkaya unsur mikro serta mikroba yang sangat bermanfaat untuk tanaman.

BACA JUGA: Ikhtiar Rahmad Pribadi Lakukan Transformasi Bisnis Petrokimia Gresik

Dengan demikian, Phonska OCA dapat menjadi solusi praktis bagi petani.

Di mana kandungan pupuk majemuk berfungsi untuk meningkatkan produktivitas tanaman, dan pupuk organik dapat memperbaiki kandungan hara pada tanah.

Phonska Oca telah melewati uji laboratorium di lembaga penelitian dan uji coba aplikasi di berbagai daerah. Selain tanaman padi, Phonska Oca juga dapat digunakan pada tanaman hortikultura.

“Berdasarkan hasil uji coba di berbagai daerah, Phonska Oca terbukti mampu mendongkrak produktivitas tanaman hortikultura hingga 61 persen, terang Digna.

Uji coba pada tanaman bawang merah di Desa Dadaprejo, Kec. Junrejo Kota Batu aplikasi Phonska Oca mampu meningkatkan produktivitas sebesar 53,51% (dengan total panen 22,01ton/ha), pada kentang di Kec. Bumiaji Kota Batu juga meningkatkan produktivitas hingga 25,37% (16,11 ton/ha).

Terpisah, Direktur Utama Petrokimia Gresik, Rahmad Pribadi mengajak kepada seluruh petani di Indonesia untuk menerapkan pemupukan berimbang.

Perpaduan pupuk organik dan anorganik sesuai dosis yang dianjurkan. Tujuannya agar produktivitas pertanian dapat meningkat dan kelestarian alam tetap terjaga.

"Kami mengajak berbagai pihak untuk bersama-sama mendorong penerapan pupuk organik dan pemupukan berimbang demi keberlanjutan pertanian," tandas Rahmad.

Dalam kegiatan penyemprotan di Desa Karangsari, Lumajang itu, Petrokimia Gresik juga menghadirkan klinik pertanian.

Di mana, melalui Mobil Uji Tanah untuk konsultasi pemupukan dan anak perusahaan (Petrokimia Kayaku dan Petrosida Gresik), untuk pengendalian hama. (mg8/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rasyid Ridha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler