JAKARTA - Aksi demonstrasi hari ini yang di lakukan oleh para aktivis mahasiswa dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dengan membonceng momen peringatan Hari Sumpah Pemuda dinilai sarat dengan muatan politik.
Pernyataan tersebut dikemukakan mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Janabadra Yogjakarta, Pangihutan B Haloho SH, dalam rilisnya kepada wartawan, Jum'at (28/10).
“Spiritnya sangat tidak mengenaBila ditilik dari sejarah Sumpah Pemuda pada tahun 1928, waktu itu lahir semangat untuk bersatu di kalangan pemuda Indonesia yang kini menjadi fakta sejarah,” kata Pangihutan.
Menurutnya, semangat sumpah Pemuda tahun 1928 adalah bentuk manifestasi pembentukan identitas pemuda Indonesia pada masa kolonial yang menelorkan ide-ide kemerdekaan, dan persamaan hak.
"Proses estafet gerakan dan pemikiran pemuda inilah yang membawa Indonesia ke gerbang pintu kemerdekaan, dimana, Proklamasi pada tanggal 17 Agustus 1945 merupakan simbol sekaligus penanda dalam sejarah republik Indonesia bahwa kita sebagai bangsa sama dengan bangsa-bangsa belahan dunia lainya,” ujar dia.
Pangihutan mengatakan, bila dikaitkan dengan kenyataan hari ini dengan melihat spirit pemuda dalam merefleksikan dan memperingati hari sumpah pemuda dengan sejarah kelahirannya, sangatlah berbeda
BACA JUGA: Honorer Kategori Satu Tetap Diangkat
Aksi memperingati sumpah pemuda kali ini, sarat dengan muatan politik dan juga intrik.“Pemuda seolah-olah kehilangan tema bahkan cendrung mengalami disorientasi
BACA JUGA: DPR Segera Cecar Kapolri soal Uang Freeport
BACA JUGA: Rieke: RUU BPJS Tak Disahkan, Rakyat Dikorbankan
(fas/jpnn)BACA ARTIKEL LAINNYA... Kejar Pelaku, Polisi Minta Bantuan Warga
Redaktur : Tim Redaksi