Demo Suku Sakai di Depan Kantor Gubernur Riau Berakhir Ricuh

Selasa, 12 Maret 2019 – 21:07 WIB
Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo mendatangi massa aksi yang menuntut pengembalian lahan 1.500 ha di depan gerbang Gedung DPRD Riau Jalan Sudirman Pekanbaru, Senin (11/3). Foto: EVAN GUNANZAR/MHD AKHWAN/RIAU POS

jpnn.com, PEKANBARU - Masyarakat suku Sakai Desa Koto Aman Kecamatan Tapung Hilir, Kampar melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Gubernur Riau, Senin (11/3).

Pedemo yang tergabung dalam himpunan pemuda pelajar dan mahasiswa sakai Riau datang untuk menyampaikan aspirasi. Sayangnya, aksi ini diwarnai perusakan properti milik daerah, Senin (11/3).

BACA JUGA: Ingin Bertemu Prabowo? Datang ke Gelanggang Remaja

Dari pantauan Riau Pos (Jawa Pos Group), sekitar pukul 10.55 WIB massa memaksa masuk kehalaman kantor gubernur sembari menunggu kedatangan Gubri H Syamsuar yang saat itu sedang ada pertemuan. Akibat aksi itu salah satu pintu gerbang di Jalan Jendral Sudirman depan Tugu Zapin mengalami kerusakan.

"Ini siapa yang akan bertanggung jawab," teriak salah seorang polisi.

BACA JUGA: 1.775 Warga Pekanbaru Terserang ISPA hingga Februari 2019

Dampak dari pengerusakan itu membuat massa sempat bersitegang dengan pihak kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang berjaga mengamankan kondisi.

"Kami kepanasan, kami tidak boleh masuk, kami hanya mau menunggu di dalam, tidak akan merusak bunga dan lainnya, hanya menunggu bapak Gubri saja," teriak salah satu pendemo.

BACA JUGA: Guru Sertifikasi di Pekanbaru Ancam Mogok Mengajar

Satria salah satu Kordinator Lapangan mengatakan aksi ini sebagai bentuk klarifikasi terhadap demo sebelumnya yang mengatasnamakan masyarakat Sakai untuk kepentingan pribadi. Untuk itulah, pihaknya berharap pemerintah dalam hal ini Presiden melalui Kementerian Agraria, Gubri hingga Badan Pertanahan Nasional Riau dapat segera menindaklanjuti kasus ini.

"Masyarakat menderita, tanah diserobot. Kami yakin pemerintahan di tangan Gubri saat ini bisa segera mencabut segera Hak Guna Usaha, jangan biarkan masyarkat telantar," ucapnya.

Satria menyebut ada 6.500 hektare lahan sawit dikuasai PT Ivomas Tunggal. Di mana, diduga sejak awal berdiri perusahaan tersebut telah menyerobot lahan milik suku Sakai tanpa izin untuk kepentingannya.

"Yang mana lahan tersebut berada di luar kawasan HGU. Tolong tinjau ke lapangan," jelasnya.

Dalam aksi unjuk rasa itu, Satria mengatakan beberapa tuntutan. Yakni mengecam dan mengutuk keras atas pergerakan Soni alias Dabson dan Juntak yang diduga terjadi pembodohan terhadap masyarakat adat Sakai untuk ikut bergabung dalam pergerakan demo sebelumnya.

"Mereka tidak punya hak legalitas untuk mengurus permasalahan ini dan para bathin tidak pernah memberi kuasa dalam bentuk apapun," terangnya kembali.

Selain itu, pihaknya juga meminta Gubri. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Riau dan Kapolda Riau untuk tidak menanggapi tuntutan dari masyarakat sakai yang dipimpin Soni dan kawan-kawan, dikarenakan permasalahan ini sudah diberikan kuasanya kepada LBH Sakai.

"Dalam kurun waktu yang telah ditentukan kami memina Soni dan Juntak untuk meminta maaf. Kalau tidak kami akan laporkan ke pihak kepolisian," tegasnya.

Tidak hanya itu, Satria menuturkan masyarakat Sakai juga meminta pihak kepolisian segera memanggil Frengky Wijaya selaku pemilik PT Ivomas Tungga yang ditengarai merebut lahan masyarakat asli. Dalam aksi itu, masyarakat Sakai berencana membangun tenda di depan kantor Gubri hingga bisa bertemu dengan orang nomor satu di Provinsi Riau itu.

"Perlu saya sampaikan kembali itu mereka hanya oknum yang mengatasnamakan Sakai, padahal sebenarnya mereka bukan utusan masyarakat Sakai. Mereka hanya mencari keutungan pribadi," tutupnya.

Sebelumnya, ratusan massa dari warga Koto Aman dan Suku Sakai menagih janji pemerintah untuk mengembalikan lahan yang digunakan oleh perusahaan dan hingga kini masih bertahan dengan tinggal di bawah flyover.(*/1)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ibu dan Ayahnya Nikah Lagi, Nadia Rawat 3 Adiknya di Rumah Tanpa WC


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler