Demokrat Belum Ajukan Nama ke SBY

Minggu, 07 Februari 2010 – 03:46 WIB
Sekjen Partai Demokrat, amir Syamsuddin. (Foto: Mustafa Ramli/Jawa Pos)

JAKARTA --Wacana reshuffle yang diusung Partai Demokrat sehubungan dengan perjalanan Pansus Hak Angket Bank Century terus bergulirMeski sudah menyampaikan langsung usul itu ke Presiden SBY, partai peraih suara terbanyak dalam Pemilu 2004 tersebut masih belum mengajukan nama anggota kabinet yang perlu diganti.  

"Belum sejauh itu, belum ada nama-nama yang kami rekomendasikan untuk di-reshuffle," kata Sekjen DPP Partai Demokrat Amir Syamsuddin di Jakarta kemarin (6/2)

BACA JUGA: Jadikan Donor Darah Sebagai Gaya Hidup

Termasuk, lanjutnya, menteri dari partai mana saja yang perlu diganti


Menurut dia, ide reshuffle yang pernah disampaikan sesungguhnya hanya bersifat masukan dan pertimbangan

BACA JUGA: Klaim Sukses 100 Hari Dipertanyakan

Tujuannya hanyalah memperingatkan partai-partai koalisi agar tetap konsisten terhadap komitmen koalisi
Selebihnya, keputusan akhir tetap diserahkan kepada presiden

BACA JUGA: Demokrat Dinilai Terlalu Sensitif dan Ketakutan

"Dan, ternyata masukan kami itu berdampak positif, partai-partai (koalisi) kini terus menjalin komunikasi dengan kami," tambahnya.

Dengan kondisi seperti sekarang, Amir yakin hak angket Bank Century akan berakhir dengan baik"Bukan untuk menutupi kebenaran atau bangkai gajah, tapi justru menghadirkan apa yang sebenarnya, tanpa tendensi apa pun," kata politikus berlatar belakang pengacara itu.

Dia lantas mengakui bahwa munculnya wacana reshuffle tersebut disebabkan kekecewaan mendalam Demokrat terhadap mitra koalisi dalam perjalanan Angket Century"Kalau dibilang marah ya bagaimana, memang seperti itu," tandasnya.

Menurut Amir, sejak awal, pansus seakan-akan hanya diarahkan kepada upaya mencari kesalahanMisalnya, sebutnya, soal latar belakang krisis yang menjadi alasan pengucuran bailout.

Dia menyesalkan pansus yang justru menempatkan mantan Wapres Jusuf Kalla sebagai saksi utama terkait dengan latar belakang krisis tersebut"Tentu saja, jawabannya tidak ada krisisKenapa tidak ada pemanggilan terhadap pelaku usaha atau perbankan kalau mau mengungkap kebenaranApa seperti ini kebenaran itu?" gugatnya.

Belum lagi, tambah Amir, cara pansus memintai keterangan saksiBanyak pertanyaan yang menyudutkan saksi"Bagaimana tidak marah melihat yang kemarin-kemarin itu," ujarnya.

Dia menegaskan, kekecewaan Demokrat yang berujung pada usul reshuffle kabinet tersebut bukan hanya dilatarbelakangi wacana pemakzulan kepada SBYNamun, Demokrat kecewa karena sejumlah partai koalisi terkesan terus mengarahkan sasaran tembak kepada orang-orang di sekitar kebijakanMereka, antara lain, Boediono dan Sri Mulyani(dyn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tak Rasional, Seluruh Honorer Dijadikan PNS


Redaktur : Soetomo Samsu

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler