Demokrat Harus Bersih-Bersih

Minggu, 03 Juli 2016 – 19:41 WIB
ILUSTRASI. FOTO: DOK.PD

jpnn.com - DENPASAR - Komentar sejumlah pihak pasca tertangkapnya anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Demokrat Dapil Bali, I Putu Sudiartana. Putu ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Selasa malam (28/6).

Terbaru, atas penangakapan Putu Leong-sapaan I Putu Sudiartana bersama dua staf pribadinya dalam kasus dugaan suap proyek jalan di Sumatera Barat senilai Rp 500 juta plus USG 40 ribu, itu juga memantik reaksi dari sejumlah pengamat politik.

BACA JUGA: Lanal, KRI dan KAL Jajaran Koarmabar Terima Penghargaan

Salah satunya dari pengamat politik yang juga Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Udayana, Dr I Gusti Putu Bagus Suka Arjawa, M.Si. Saat dikonfirmasi, Kamis kemarin (30/6), ia prihatin dengan tertangkapnya wakil rakyat asal Bali ini.

Bahkan, dengan kasus yang menimpa pemilik suara73.348 suara pada pemilihan legislatif (Pileg) 2014 lalu, hal itu juga akan berdampak pada citra Bali.

BACA JUGA: Wagub Djarot: 11 Juli Masuk Kerja, yang Bolos Potong Tunjangan!

"Citra Bali akan tercoreng. Apalagi banyak orang tahu dia salah satu wakil rakyat dari Partai Demokrat asal Bali yang duduk di Senayan,” tegas Suka Arjawa.

Untuk itu, menurut Suka Arjawa, jika tidak segera "dibersihkan" kasus Putu Leong ini akan makin menambah citra buruk dan kredibilitas dari partai besutan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

BACA JUGA: PT KAI Siapkan 6 Kereta Api Tambahan buat Mudik dan Balik

"Ini ujian berat bagi Partai Demokrat. Selain partai besar, Demokrat juga mengklaim sebagai partai yang bersih,” jelas Arjawa.

Untuk itu, kata dia, Partai Demokrat perlu bersih-bersih secara besar-besaran di internal. Selain itu, kasus yang menjerat Leong merupakan bagian dari kegagalan proses kaderisasi Partai Demokrat di Bali.

"Ya bisa dikatakan kegagalan, dalam arti Demokrat sebagai sebuah partai besar tidak jeli dan kritis dalam memilih seorang kader dalam proses kaderisasinya,” tambahnya.

Sehingga, semestinya kata Suka Arjawa, Partai Demokrat harus melihat track record seorang calon kader sebelum bergabung ke partainya.

”Walaupun mampu secara ekonomi dan politik, semestinya juga harus dilihat track recordnya. Apakah bersih atau potensi melakukan korupsi. Ini yang nampaknya tidak dilihat Demokrat,” ujarnya.

Walaupun imbuhnya, atas insiden ini, ia juga meyakini tak akan berpengaruh signifikan terhadap suara Demokrat secara nasional. Akan tetapi semestinya Demokrat selektif agar tidak kehilangan suaranya secara drastis.

"Belum tentu juga. Karena masih banyak kader Demokrat yang bagus dan bersih, terlebih pesona SBY masih laku di masyarakat. Walaupun di Bali pasti akan mencoreng. Tapi secara umum saya kira tidak. Namun menurut saya, kalau Demokrat bisa memilih kader yang pas. Saya kira faktor Putu Liong tidak akan berpengaruh,” katanya.

Bahkan lanjut Arjawa, agar tidak makin memperkeruh kondisi di Partai Demokrat, Pihak Demokrat harus segera mencari pengganti dari Putu Leong dan Jro Wacik.

"Semestinya proses PAW cepat agar aspirasi rakyat Bali di pusat tidak tersumbat," pungkasnya.(JPG/pra/fri/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sejumlah Titik Api di Pekanbaru Berhasil Dipadamkan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler