Dewan Respon Tes Keperawanan Siswa Baru

Selasa, 28 September 2010 – 08:22 WIB

JAMBI -- Kalangan DPRD Provinsi Jambi merespon wacana perlunya tes keperawanan pada penerimaan siswa baru (PSB)Rencananya, pada hari ini, dewan akan megeluarkan sikap resmi yang akan disampaikan melalui konperensi pers.

Meski belum ada sikap resmi, namun ada lampu hijau dari kalangan anggota dewan terkait wacana ini

BACA JUGA: Target, Rumah Pintar Tersebar di Maluku

Hanya saja, dewan akan mengusulkan agar mekanisme tes tidak dilakukan secara tes fisik, namun cukup dengan model wawancara.

“Ini sifatnya konseling, tidak ada pemeriksaan fisik
Semuanya dirahasiakan oleh tim yang di dalamnya ada psikolog itu,” beber Bambang Bayu Suseno (BBS), anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jambi yang menyampaikan rencana itu kepada Jambi Independent (grup JPNN), kemarin.

BBS menjelaskan, wacana tes keperawanan ini memang menjadi kontroversi di masyarakat Jambi bahkan kini telah menjadi isu nasional

BACA JUGA: Sastra Bangun Karakter dan Ideologi Bangsa

Makanya, dia dan rekan-rekan komisi IV DPRD Provinsi Jambi, merasa perlu untuk meluruskan permasalahan itu
“Besok (hari ini, red), kita akan jumpa pers di ruang komisi IV, jangan tidak datang,” bebernya.

Dikatakan BBS, wacana itu pada dasarnya perlu dipikirkan

BACA JUGA: Modul dan Kurikulum Pendidikan Antikorupsi Segera Direalisasi

Belum tentu diwujudkanSelain itu, dasar pemikiran yang dipakai adalah undang-undang sistem pendidikan nasional (Sisdiknas) yang menyebut, pemerintah bertanggung jawab atas kemajuan dunia pendidikanAtas dasar itu, dewan beranggapan, dengan adanya tes kegadisan tanpa cek fisik, bisa saja dijadikan satu langkah untuk mengurangi perilaku seks bebas di kalangan remaja

"Dan, secara otomatis, seorang remaja putri akan bertanggung jawab untuk menjaga kehormatan dirinya sendiri.  Sekali lagi, tanpa cek fisikHanya wawancara dengan konselingDan, kalau yang tidak perawan masih tetap bisa sekolah,” ujarnya.

Alasan lain, kata BBS, pemberlakukan tes kegadisan –bukan keperawanan--, sudah diterapkan di beberapa institusi pemerintah dan pendidikanMisalnya pada sekolah militer dan sekolah kesehatan, tes kegadisan bukan lah barang baruSejak dulu, tes semacam itu sudah dilakukan.

Dimintai tanggapan atas wacana ini, Aswan Zahari, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jambi, enggan berkomentar banyak soal polemik tes kegadisan di Jambi dan di Indonesia ituMenurutnya, pada jumpa pers nanti, semua akan dijelaskan“Datang saja besok (hari ini, red),” jelasnya.

Akankah tes kegadisan pada PSB aturannya akan dituangkan dalam rancangan peraturan daerah? Soal ini, Aswan hati-hati untuk menanggapinya“Kita lihat animo masyarakat, jika banyak yang setuju, bisa saja,” tandasnya.

Seperti diketahui, wacana ini berkembang luasBukan hanya di Jambi terjadi pro-kontra, di Indonesia pun, wacana ini menjadi sangat dikenalBerbagai media nasional, baik cetak maupun nasional, mulai mengikuti perkembangan wacana yang dikeluarkan anggota Komisi IV DPRD Provinsi JambiAda yang setuju, banyak pula yang tidak.

Di Provinsi Jambi saja, misalnyaPada kolom Facebook Interaktif Jambi Independent yang dibuka sepekan lalu, berbagai tanggapan dituangkan oleh pembaca setia Jambi IndependentSama saja, ada yang setuju, ada pula yang tak setuju.

Namun, pembaca yang mencermati tujuan baik dari wacana tes itu, rata-rata mengaku setujuApalagi, dengan diberlakukannya tes keperawanan tersebut, remaja putri bisa terhindar dari perilaku menyimpang seperti seks bebas.(JI/sam/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ir Ciputra Lepas Wisudawan Angkatan I Universitas Ciputra


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler