Di Bogor, Atap Ruang Kelas SD Ambruk

Dari 10 Kelas, Hanya Tiga yang Layak Pakai

Kamis, 26 Mei 2011 – 16:41 WIB
BOGOR - Atap ruang kelas SD Negeri Batutulis 04 di Jalan MV Sidik, RT 01/05, Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, ambrukTak ada korban jiwa dalam peristiwa itu

BACA JUGA: Peminat Universitas Tanjungpura Membludak

Namun, satu ruang kelas tak bisa lagi digunakan sebagai tempat belajar-mengajar
Puluhan murid kelas 5-A dan B terpaksa diungsikan ke ruang kelas lainnya untuk mengikuti proses belajar-mengajar.

Bahkan, satu kelas harus belajar di tengah genangan air hujan

BACA JUGA: Mendiknas Kaji Usulan Menegerikan Universitas Trisakti

Sekolah yang dibangun pada 1985 itu roboh karena lapuk dimakan usia
Ditambah lagi guyuran hujan disertai angin kencang yang melanda Kota Bogor selama beberapa hari terakhir.

Kepala SDN Batutulis 04, Heryati Widiastuti, menegaskan, ruang kelas V ambruk karena sudah tak layak pakai

BACA JUGA: Kuota Kosong 15 Ribu Jatah Peserta 2010

Beberapa kayu penahan atap di dua unit kelas tersebut sudah lapuk termakan usia"Akibatnya, setelah diguyur hujan deras yang turun dari siang hingga sore, kuda-kuda atap tersebut ambruk bersama plafon, beserta genting," terangnya.

Heryati menambahkan, peristiwa itu terjadi pada Minggu (22/5) sekitar pukul 20.00"Memang sudah lebih dari dua bulan lalu kami dan para guru memasang tiang balok untuk menopang atap dan plafon yang akan ambrukDan, beruntung, ambruknya saat malam hari, jadi tidak ada siswa yang belajar," tuturnya.

Dia juga menjelaskan, pihaknya sudah mengajukan perbaikan sekolah ke Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor beberapa bulan laluSebab, sejumlah ruang SDN Batutulis 04 sudah lapuk dan rawan ambruk, bahkan sudah bocorPlafon di beberapa ruang kelas juga terkelupasSalah satu ruang kelas pun sudah satu tahun tidak difungsikan karena kondisinya sangat mengkhawatirkan.

Dia menambahkan, pada akhir 2009 lalu, pemerintah telah merehab bangunan satu lokal yang terdiri atas tiga ruang kelas"Saat ini, kami sudah mengajukan rehab bangunan, karena dari sepuluh ruang kelas yang kami miliki, baru tiga yang masih layak dijadikan tempat KBM (kegiatan belajar mengajar, Red)Tiga ruang rusak berat dan sisanya enam ruang kelas rusak ringan," terangnya.

Sementara itu, Iqbal, 10, murid kelas 5-A mengungkapkan sebelum bangunan itu ambruk, para murid sudah waswas saat mengikuti proses belajar-mengajar"Kalau lagi belajar, saya sering lihat ke atas (atap)Soalnya takut tiba-tiba ambruk," ujarnya.

Selain bangunan, bangku yang digunakan murid juga sudah reyot dan jumlahnya sedikitKarenanya, satu bangku ditempati tiga muridBahkan, murid kelas V terpaksa belajar bersama atau bergiliranPara murid berharap, pemerintah segera memperbaiki sekolah mereka yang rusak berat"Inginnya sih segera diperbaiki, biar kami senang belajarnya dan tidak takut lagiApalagi sebentar lagi kami akan ujian kenaikan kelas (UKK)," pungkasnya(sdk/ric/cr7)

BACA ARTIKEL LAINNYA... 10 Peraih Nilai UN Tertinggi Terima Beasiswa


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler