Di Daerah Ini Nelayan Asing Masih Tabrak Kapal Nelayan Lokal

Selasa, 17 Maret 2015 – 23:13 WIB
Di Daerah Ini Nelayan Asing Masih Tabrak Kapal Nelayan Lokal

jpnn.com - ANAMBAS - Kepala Desa Keramut kecamatan Jemaja Markus, bersama sejumlah kepala desa lainnya mendatangani Bupati kepulauan Anambas Tengku Mukhtaruddin, Selasa (16/3).

Mereka ingin menyampaikan keluhan bahwa akhir-akhir ini masih ada nelayan asal negara Thailand yang semakin mengganas di perairan Anambas. Para kepala desa tersebut membeber ada salah satu kapal asing menabrak kapal nelayan lokal hingga pecah. Namun tidak ada korban jiwa. "Kami berharap Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bersama pemerintah daerah segera menindak kapal-kapal asing itu," pinta mereka.

BACA JUGA: KPK Jebloskan Bupati Tersangka Pemerasan ke Tahanan

Aksi kejar-kejaran antara nelayan Thailand dan nelayan lokal juga tidak hanya sampai disitu saja. Kata Markus, hal yang sama juga terjadi pada nelayan di kecamatan lainnya seperti nelayan dari salah satu desa di kecamatan Siantan Timur yang juga dikabarkan sempat dikejar saat melaut di dekat pulau Mangkai pada hari yang sama.

Kejadian ini merupakan kejadian yang kesekian kalinya selama bulan Maret ini. Sebelumnya ada pada tanggal 22 Februari kemarin. Kemudian pada tanggal 8 Maret 2015 sekitar pukul 12:47 WIB ada laporan dengan kejadian lebih kurang 24 mil dari Pulau Penjalin Kecamatan Palmatak, pukul 01:30 masih pada tanggal yang sama lebih kurang 55 mil dari Pulau Nunsa Kecamatan Siantan Timur, serta lebih kurang 78 mil dari Pulau Pahat masih pada tanggal yang sama, serta yang terakhir ini 

BACA JUGA: Dalami Kasus Mandra, Kejagung Periksa Pegawai Bank Victoria

"Kami kasihan betul dengan nelayan kami pak. Kejadian terakhir kalau tak salah dua atau tiga hari ini nelayan kita dikejar-kejar lagi sama mereka. Mohon ini jadi perhatian pak," ujar Markus kepada Tengku, Selasa (17/3).

Karena khawatir menghawatirkan keselamatan nelayan yang ada di desanya, maka dirinya bersama warganya pun mengaku siap untuk menghadang nelayan asing itu yang penting dipersenjatai supaya persiapan di laut untuk melawan nelayan asing itu lebih memadai.

BACA JUGA: Jokowi Siapkan Payung Hukum untuk Golkar Kubu Agung Laksono

"Kalau pemerintah tidak mau mengatasi itu, biar kami saja yang menghadapi mereka tapi tolong beri kami senjata," ungkapnya dengan nada tinggi.

Bupati yang mendengarkan keluhan kepala desa itu, langsung memanggil Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kepulauan Anambas Yunizar. Selain meminta untuk menindaklanjuti, ia pun meminta agar DKP berkoordinasi dengan instansi terkait untuk meningkatkan pengawasan dilaut Anambas ini. 

Pihaknya pun mengusulkan, agar setiap kapal asing yang ditangkap baik oleh kapal pengawas perikanan Kementrian Kelautan Perikanan (KKP) maupun aparat lainnya untuk bisa dibawa ke Anambas. Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat melihat langsung serta tidak bertanya-tanya mengenai kinerja instansi tersebut.

"Saya minta segera tindaklanjuti laporan tersebut. Kalau boleh, kapal yang sudah ditangkap ditarik kesini. Jangan keluar. Tidak nampak sama
masyarakat kita," ungkapnya.

Yunizar, meluruskan bahwa insiden kapal nelayan lokal Anambas yang menjadi korban kapal nelayan asing bukan terjadi pada dua hari yang lalu. Tapi sudah terjadi sejak hari Minggu (8/3) silam. Data ini menurutnya merupakan data yang masuk dari laporan masyarakat nelayan ke DKP Kabupaten Kepulauan Anambas.

"Laporan ini yang masuk ke kami. Kejadiannya bersamaan dengan insiden yang dialami oleh nelayan Kecamatan Siantan Timur. Kejadiannya lebih
kurang dua mil dari Pulai Mangkai," terangnya. Pihaknya menambahkan, kapal pengawas perikanan Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP)
menurutnya rutin untuk melakukan pengawasan dititik yang dianggap rawan.

Meski demikian, kendala Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi hal yang menjadi pertimbangan ketika menindaklanjuti laporan yang masuk dari
Anambas. "Untuk anggaran mengenai hal itu mereka punya. Hanya saja, untuk pengisiannya mereka harus ke Natuna atau ke Batam," bebernya.
(sya/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bebas Visa, Indonesia Waspadai Turis Tiongkok


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler