Di Desa Inilah Santoso Akan Dikubur

Jumat, 22 Juli 2016 – 07:31 WIB
Mobil ambulance berisi jenazah Santoso saat dilarikan ke RS Bhayangkara dari Bandara Mutiara SIS Aljufri. Foto: Mugni Supardi/Radar Sulteng/dok.JPNN.com

jpnn.com - POSO - Pihak keluarga sepakat dan memutuskan jenazah Santoso akan dikuburkandi Dusun Landangan Desa Lantojaya Kecamatan Poso Pesisir, Sulawesi Tengah. 

Kesepakatan dan keputusan lokasi pemakaman sudah disepakati bersama dengan tokoh agama dan masyarakat setempat (Landangan).

BACA JUGA: 150 Ribu Hektare Lahan Jadi Sengketa Indonesia dan Malaysia

“Keluarga dan tokoh agama sudah sepakat pemakamam almarhum (Santoso) akan dilakukan di Dusun Landangan Desa Lantojaya yang menjadi desa tempat tinggal orang tua Santoso selama ini,” kata Muhrin (30), kerabat dekat Santoso, kemarin. 

Sebelumnya, ada dua lokasi yang akan dipilih untuk menjadi tempat pemakaman Santoso. Yakni Di dusun Landangan dan atau di Desa Bhakti Agung. 

BACA JUGA: Hihihi, HP Istri Personel TNI Disidak, Siapa Tahu Ada Pokemon Go

Desa Bhakti Agung merupakan desa tempat Santoso dan anak isterinya tinggal bermukim sebelum menjadi buronan dalam kasus dugaan tindak terorisme.    

Kendati akan dimakamkan di Landangan, jenazah Santoso akan terlebih dulu disemayamkan beberapa saat di rumah pribadinya di desa Bhakti Agung Kecamatan Poso Pesisir Utara (PPU). 

BACA JUGA: Akal-akalan Kepala KUA Terbongkar, Sudah Jutaan Rupiah Ditilap

“Dari Palu, jenazah akan dimampirkan di rumah almarhum di Bhakti Agung. Baru dibawa ke Landangan untuk dimakamkan,” terangnya pada wartawan di Bhakti Agung.  

Pihak keluarga mendapat informasi bahwa jenazah almarhum Santoso akan dikembalikan ke pihak keluarga di Poso pada Jumat (22/7) hari ini.

Muhrin dan keluarga membantah jika pemakaman almarhum Santoso yang akan dilakukan di Landangan karena ada penolakan dari warga desa Bhakti Agung. 

“Tidak ada penolakan warga. Buktinya sudah banyak warga yang datang untuk berbelasungkawa,” ujar dia memastikan. 

Bukti lain soal tidak adanya penolakan juga dilihat dari telah berdirinya tenda duka berukuran besar yang yang dibangun di halaman rumah Santoso di desa Bhakti Agung. 

Menurut Muhrin, tenda biru tersebut di bangun dan didirikan secara bergotong-royong oleh warga setempat. 

Sebagaimana diberitakan, Santoso alias Abu Wardah tewas dalam kontak tembak dengan pasukan TNI Satgas Tinombala di pegunungan dusun Kali desa Tambarana, Senin (18/7) lalu. 

Santoso tewas setelah lebih kurang 6 tahun ditetapkan dan diburu sebagai DPO kasus terorisme di Poso. (bud/sam/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Main Pokemon Go, Wakil Wali Kota Nabrak Dinding Dapur


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler