Di DPD RI, Jokowi Tegaskan Komitmennya Atasi Ketimpangan

Jumat, 17 November 2017 – 17:33 WIB
Presiden Joko Widodo. Foto: Dok. JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo kembali menegaskan komitmen pemerintahannya mengatasi ketimpangan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pembangunan infrastruktur.

Hal ini disampaikan Jokowi -sapaan Presiden- ketika memberikan sambutan dalam acara Sarasehan Nasional DPD-RI di Gedung Nusantara 4 Kompleks Parlemen, Jumat (17/11).

BACA JUGA: Jokowi Perintahkan Pengembangan 10 Bali Baru Dikebut

Dia menjelaskan alasan kenapa pembangunan infrakstruktur saat ini tidak lagi Jawa sentris tapi Indonesia sentris.

“Membangun dari pinggiran, membangun dari pulau-pulau terluar, ya karena daerah-daerah sangat membutuhkan itu,” ucap Presiden.

BACA JUGA: Setnov Diburu KPK, Istana: Presiden Tidak Ikut Campur

Jalan trans Kalimantan, trans Sumatra, trans Papua adalah contoh infrastruktur yang dibangun agar mobilitas orang dan mobilitas barang lebih cepat dan harga bahan pokok menjadi semakin murah di berbagai kawasan di Indonesia.

"Kita bangun agar ketimpangan infrastruktur antara Indonesia bagian barat, tengah, dan timur itu menjadi seimbang," tegasnya di depan para anggota DPD.

BACA JUGA: Soal Satu Ini, Rizal Ramli Dukung Jokowi

Mantan gubernur DKI Jakarta itu menyebutkan bahwa ketimpangan infrastruktur dalam realitasnya menjadikan rakyat Indonesia, khususnya di bagian timur, tidak merasakan keadilan sosial sebagaimana yang dirasakan saudara-saudaranya di Pulau Jawa misalnya.

Disaat rakyat di Pulau Jawa mendapatkan bahan bakar minyak dengan harga Rp 6.450 per liter, yang di Papua malah harus membayarnya dengan harga Rp 60 ribu, bahkan hingga mencapai Rp 100 ribu per liternya. Betapa perbedaannya sangat jauh.

"Kalau masih Rp 10-15 ribu (perbedaannya) bisa saya maklumi. Tapi kalau Rp 60 ribu itu sudah sepuluh kali lipat. Saya perintahkan kepada menteri BUMN, saya minta harga bensin di Papua khususnya di Pegunungan Tengah, di Wamena, harganya sama seperti di Jawa. Tapi baru satu setengah tahun setelah perintah itu harga bisa sama dengan di Jawa," tutur Jokowi.

Demikian pula dengan harga semen. Di Jawa harganya berkisar Rp 70-80 ribu, sementara di Papua bisa menembus hingga Rp 1 juta per sak. Hal ini diakui Jokowi membuatnya sedih.

"Sedih rasanya waktu saya ke Wamena. Di Jawa harganya Rp 70-80 ribu, di sana Rp 800 ribu per sak. Pada bulan di mana cuaca tidak mendukung kadang menjadi Rp 1,5 juta dan di kabupaten-kabupaten tertentu bisa Rp 2,5 juta," ungkap dia.

Inilah mengapa jalan trans-Papua dibangun. Presiden berharap, apabila infrastruktur tersebut selesai, barang-barang dapat diangkut melalui jalur darat dengan cepat sehingga harga-harga kebutuhan di sana akan semakin menurun.(fat/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jokowi Pamer Nyali di Depan Kongres GMNI


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler