Diancam Penggemar Pak Harto, Begini Respons PSI

Senin, 04 Juni 2018 – 08:16 WIB
PSI. Foto: Ist

jpnn.com, JAKARTA - PSI tak peduli dengan segala ancaman dan kecaman dari Patriot Organisasi Pagar Negeri (Perisai Berkarya). Partai anyar itu tetap mempertahankan video tentang pelanggaran HAM era Presiden Soeharto di laman Facebook mereka.

"Kami tidak merasa perlu meminta maaf dan menarik video tersebut," kata Ketua Tim Komunikasi PSI Andy Budiman kepada INDOPOS di Jakarta (3/6).

BACA JUGA: Ngeri, Penggemar Pak Harto Ancam Gulung PSI

Dia merasa, pihaknya tidak menyerang Soeharto secara personal. PSI menyoroti praktek-praktek politik yang akhirnya membawa pada jatuhnya Soeharto pada Mei 1998.

Menurut Andy, apa yang disajikan di video tersebut merujuk pada fakta sejarah yang sudah dikenal publik secara luas.

BACA JUGA: Keterangan KPU dan Bawaslu Beda, Polri Setop Kasus PSI

Selain itu, video tersebut merupakan bagian dari upaya pendidikan politik bagi kaum muda yang mungkin terkecoh dengan upaya pembangunan opini bahwa kondisi Orde Baru jauh lebih baik daripada saat ini.

"Upaya penyesatan opini ini harus dilawan, Karena itu PSI merasa bertanggungjawab untuk mengingatkan sekaligus menginformasikan tentang kejahatan-kejahatan Orde Baru," paparnya.

BACA JUGA: Kasus PSI Dihentikan, Indpendensi Bawaslu Dipertanyakan

Diketahui, sepanjang Mei 2018, PSI setiap hari mengunggah video berdurasi 1 menit tentang berbagai praktek kotor di masa Orde Baru. Di antaranya, pelanggaran HAM, DOM, penindasan umat Islam, penculikan aktivis, KKN, pemberangusan pers dan kebebasan berekspresi, dan sebagainya.

Sebelumnya, lantaran beberapa video tersebut, Patriot Organisasi Pagar Negeri (Perisai Berkarya) mengancam akan melaporkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ke Bareskrim Mabes Polri.

Ketua Umum Perisai Berkarya Tri Joko Susilo mengaku geram dengan video tersebut. Dia menilai video yang diakhiri dengan logo PSI itu sudah sangat keterlaluan dan terlihat jelas kampanye hitam telah dimainkan oleh PSI.

"Jangan karena partai pendukung pemerintah kemudian seenaknya bikin video yang memfitnah keluarga Pak Harto. Jangan sampai dugaan kami benar bahwa ini partai radikalis kiri, kami akan melawan dan partai seperti PSI wajib dibubarkan," pungkasnya. (jaa)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bawaslu Terlalu Bernafsu Melaporkan PSI


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler