Didemo Satpol PP, Simak Komentar Mengejutkan Wali Kota Ini

Jumat, 16 September 2016 – 03:45 WIB
Wali Kota Batam Muhammad Rudi. Foto: dok.JPNN

jpnn.com - BATAM - Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan dirinya tak tahu sama sekali adanya penerimaan ratusan tenaga kontrak satpol PP. Ia mengaku baru tahu setelah adanya permasalahan dan ribut-ribut atas status tersebut. 

"Saya perlu jelaskan, saat perekrutan saya tidak tahu sama sekali. Apalagi adanya tes urine baru-baru ini, saya tidak tahu," tegas Rudi.

BACA JUGA: Lihat nih, Ratusan Satpol PP Demo Wali Kota Tuntut Kejelasan Status

Dikatakannya, terakhir perekrutan tahun 2014 lalu yang diketahui Wali Kota Batam sebelumnya yakni Ahmad Dahlan. Setelah itu, tak ada perekrutan lagi, karena memang tidak ada kebutuhan untuk penambahan anggota Satpol.

"Setelah 2014 tak ada perekrutan yang diketahui Wali Kota ataupun saya (Wakil Walikota). Lagian perekrutan itu harus melalui prosedur dan disesuaikan dengan jumlah masyarakat di Batam," jelas Rudi.

BACA JUGA: Buset! Kerugian Negara Lewat Pelabuhan Ini Capai Rp 200 Miliar

Ia juga membantah tundingan keterlibatan dirinya dalam penerimaan itu. Bahkan dengan tegas Rudi mengaku siap dilaporkan kemana saja, bahkan KPK jika memang terbukti terlibat.

"Demi Allah saya tak terlibat dan menerima sepersenpun. Silahkan laporkan ke KPK atau Kapolda, saya tidak takut karena memang tidak terlibat," tegas Rudi.

BACA JUGA: Gimana Nih, Peredaran Narkoba Makin Mengerikan

Rudi juga menjelaskan permintaan kejelasan status serta meminta gaji mereka dianggarkan pada APBDP tak bisa dianggarkan. Sebab mereka tak terdata sebagai tenaga kontrak Pemko.

"Mengangarkan itu tak semena-mena, harus ada kajian. Harusnya laporkan saja siapa yang menerima kalian, biar ditangani polisi. Untuk memasukan ratusan Satpol PP sebagai tenaga kontrak juga tak mudah, harus ada kajian juga," beber Rudi.

Sebelumnya, lima perwakilan dari ratusan tenaga kontrak Satpol PP Batam sudah bertemu dengan Wali Kota Batam serta pejabat lainnya. Di sana mereka menyampaikan semua keluh kesah mereka, termasuk tentang kejelasan status di Satpol PP Batam. 

Sebab sudah beberapa tahun jadi petugas Satpol, status mereka tak kunjung jelas, bahkan tak menerima gaji. Padahal untuk masuk sebagai tenaga kontrak, mereka harus mengeluarkan uang puluhan juta dan membayarkannya kepada oknum pegawai Satpol PP Batam.(she/rng/ray/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bikin Pengunjung Keder, Penjagaan Lapas Diperketat


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler