Diduga Ada Sabotase, Polisi Diminta Investigasi

Senin, 28 November 2011 – 09:25 WIB

JAKARTA--Polri didesak menelisik apakah ada unsur sabotase di balik rubuhnya jembatan Kertanegara di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Sabtu (26/11) yang sampai sekarang sudah menelan lima korban jiwa.

Indonesian Police Watch (IPW) berharap dalam penyelidikan dan penyidikan polri juga melihat kemungkinan adanya sabotase pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Untuk itu, IPW berharap, dalam mlakukan penyidikan, Polda Kaltim tidak hanya berkonsentrasi pada kemungkinan kesalahan teknis saat pembangunan jembatan tersebut, tapi juga melihat kemungkinan adanya sabotase untuk pengalihan isu," kata Ketua Presidium IPW, Neta SPane, Senin (28/11), di Jakarta.

Sebab, kata Neta, sebelum jembatan itu ambruk, Kaltim dan Kutai Kartanegara diterjang dua isu lokal yang menjadi isu intrnasional.

"Pertama, isu pembantaian orangutan di Desa Puan Cepak, Kutai Kartanegara

BACA JUGA: Pengunduran Dicky Sudah Diteken Gubernur

Kedua, isu peledakan bom di Balikpapan Barat yang dipetieskan polisi setempat," katanya


Menurut dia, bom tersebut meledak tahun 2007 yang pada saat itu polisi menduga peledakan  ada kaitan dengan klompok radikal di Ambon.

"Kedua isu tersebut disoroti tajam oleh masyarakat Kaltim yang kemudian mendapat perhatian publik internasional, terutama isu pembantaian orangutan di perkebunan milik pengusaha Malaysia," ungkapnya.

Terlepas dari kedua isu itu, IPW berharap polisi bisa dengan cepat mengungkap kasus jembatan yang ambruk tersebut,  sehingga tidak muncul keresahan di masyarakat.

"Untuk itu IPW berharap Kapolri menurunkan tim khusus dari Mabes Polri untuk membantu Polda Kaltim," katanya

BACA JUGA: Plat Mobil Dinas Diganti Hitam



Sebab, lanjut dia, selama ini IPW menilai, kinerja Polda Kaltim sangan lamban dan tidak profesional, terutama dalam mngungkap kasus pembantaian orangutan maupun peledakan bom di Balikpapan.

"Jika memang terjadi sabotase dalam kasus ambruknya jembatan di Kutai itu, aparat keamanan harus pula mewaspadai keberadaan jembatan-jembatan panjang di negeri ini, seperti Suramadu dan Ampera," kata Neta
(boy/jpnn)

BACA JUGA: Evakuasi Penuh Resiko

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jalur Alternatif Rawan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler