Diet Tinggi Garam Bisa Picu Sakit Lambung?

Minggu, 18 Maret 2018 – 22:33 WIB
Ilustrasi wanita diet. Foto: Pixabay

jpnn.com - Sodium dalam garam diperlukan untuk meneruskan rangsang saraf, menjaga keseimbangan cairan elektrolit tubuh, hingga kontraksi dan relaksasi otot di berbagai area organ tubuh, termasuk jantung dan pembuluh darah.

Meski begitu, diet tinggi garam dikhawatirkan bisa memicu sakit lambung.

BACA JUGA: Pakar Kesehatan Peringatkan Soal Kebiasaan BBQ Ala Australia

Diet tinggi garam adalah asupan garam harian yang mencapai lebih dari 6 gram dalam sehari. Hal ini mencakup berbagai cara asupan garam seperti kecap, makanan asin, termasuk makanan yang mengandung monosodium glutamate.

Garam memang sangat penting bagi kehidupan manusia. Karena selain sebagai penyedap masakan, asupan garam harian juga bisa membantu menjaga keseimbangan asam dan basa tubuh.

BACA JUGA: Garam Industri Menipis, Bamsoet Beri Warning ke Pemerintah

Namun, konsumsi garam yang berlebihan ternyata bisa menimbulkan banyak masalah kesehatan.

Lalu apa hubungannya dengan lambung?

BACA JUGA: 4 Sektor Pengguna Garam Paling Banyak

Penelitian dari Vanderbilt University menunjukkan bahwa diet tinggi garam yang memicu timbulnya bakteri Helicobacter pylori bisa menyebabkan borok dan meningkatkan risiko kanker lambung.

Menurut dr. Citra Roseno dari Klikdokter, asupan garam yang masuk ke dalam tubuh secara berlebihan menyebabkan kinerja ginjal menjadi lebih berat.

Sebab, ginjal akan membutuhkan usaha lebih keras untuk mengeluarkan kelebihan garam tersebut melalui urine. Kelebihan garam ini juga bisa berakumulasi di cairan antar sel tubuh.

Sifat sodium yang menarik cairan akan membuat jumlah antar sel meningkat, termasuk juga jumlah volume darah.

Kondisi ini bisa menyebabkan jantung sebagai organ pemompa darah bekerja lebih keras untuk memompa darah. Selain itu, pembuluh darah juga mengalami tekanan lebih besar, karena volume darah yang meningkat.

Jika kondisi ini berlangsung dalam jangka waktu lama, dinding pembuluh darah akan mengeras dan menurun elastisitasnya.

Hal ini bisa memicu tekanan darah tinggi (hipertensi), penyakit jantung, stroke, hingga kerusakan pada lambung. Diet tinggi garam juga berpengaruh pada lambung karena nyatanya bisa menimbulkan tekanan tinggi pada mukosa perut dan memperberat kinerja lambung.

Lalu berapa kadar garam yang dibutuhkan tubuh?

Mengenai jumlah sodium yang dibutuhkan tubuh normal, dr. Citra menjelaskan, konsumsi garam tidak lebih dari 2325 mg atau satu sendok teh atau 6 gram garam dalam sehari.

Pada kenyataannya, manusia mengonsumsi garam lebih banyak dari jumlah tersebut, yakni sekitar 3400 mg. Jumlah ini sebagian besar berasal dari makanan cepat saji dan camilan.

Khusus untuk lansia yang berusia di atas 50 tahun atau memiliki riwayat penyakit jantung, hipertensi, diabetes, dan ginjal, rata-rata jumlah yang dianjurkan tidak lebih dari 1500 mg, atau biasa disebut dengan diet rendah garam.

Menjauhkan garam dari kebutuhan harian Anda mungkin memang tak mudah. Tapi, setelah mengetahui berbagai masalah kesehatan yang bisa terjadi akibat dari konsumsi garam berlebihan seperti diet tinggi garam, ada baiknya Anda mengurangi asupan garam dari sekarang.

Dengan demikian, Anda pun akan terhindar dari risiko sakit lambung juga.(RVS/klikdokter)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Benarkah MSG Berbahaya Bagi Kesehatan Otak?


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler