Dihujani Roket, Israel Mengancam

Selasa, 22 Maret 2011 – 20:35 WIB
JERUSALEM - Serangan bertubi-tubi kelompok garis keras Hamas ke wilayah Israel membuat pemerintah negeri Zionis itu murkaDeputi Menteri Luar Negeri Israel Danny Ayalon kemarin (21/3) mengeluarkan ancaman mati terhadap para pemimpin Hamas setelah mereka menghujani negara itu dengan roket dari Jalur Gaza.

Sebuah roket yang diluncurkan dari Jalur Gaza, Minggu lalu (20/3), mengenai wilayah Kota Askhelton, timur Israel

BACA JUGA: 15 Kontainer Ikan Dipulangkan ke Tiongkok

Tidak ada korban tewas atau luka dalam serangan tersebut.

Sehari sebelumnya, Brigade Ezzedine al-Qassam, sayap militer Hamas, menembakkan sekitar 50 roket dan serangan meriam ke wilayah Israel
Serangan itu menewaskan dua orang Israel dan mengakibatkan kerusakan ringan.

Serangan Hamas dilakukan menyusul penembakan mati dua pemuda Palestina di Jalur Gaza

BACA JUGA: Krisis Nuklir Jepang Masih Serius

Dua pemuda yang menjadi anggota Hamas, Salah Abu Attwa, 17, dan Imad Faraj, 17, ditembak mati karena dinilai sengaja memasuki zona larangan.

Israel membalas serangan tersebut dan melukai lima warga Palestina
Selain itu, Israel memutus pasokan listrik di sejumlah wilayah di Jalur Gaza.

"Jika Hamas terus meningkatkan serangan, kami akan bertindak untuk mengakhirinya

BACA JUGA: Publikasi Kekejian Serdadu AS di Afghanistan

Kami akan mengambil langkah tegas sebelum menerjunkan pasukan darat ke GazaTermasuk ancaman langsung kepada para pemimpin Hamas," tegas Ayalon melalui radio.

Ayalon, yang menjadi anggota partai ultranasionalis Yisrael-Beitenu itu, menyatakan bahwa ancaman terbuka tersebut dilontarkan setelah ketegangan di perbatasan Jalur Gaza dan Israel kembali memanas setelah terjadi gencatan senjata selama dua tahun.

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu juga mengeluarkan peringatan bahwa pihaknya akan mengambil langkah apa pun yang dianggap perlu untuk melindungi warganya(AFP/cak/c3/dwi)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sisakan 4 Staf, KBRI Tripoli Tetap Buka


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler