Diisukan Nikahi Okky Asokawati, SDA Gugat Tabloid Femme

Selasa, 12 November 2013 – 06:10 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali sedang diserempet isu tak sedap. Dia diisukan telah menikah secara siri dengan salah satu kader partainya, Okky Asokawati. Karena tak terima, SDA -sapaan akrabnya- resmi mengajukan gugatan ke pengadilan terkait isu tersebut.

Gugatan itu diajukan kepada tabloid dwimingguan Femme. Selain tuntutan immateriil, gugatan perdata dengan nomor 652/Pdt.G/2013/Jaksel tertanggal 8 November 2013 tersebut juga memuat ganti rugi materiil senilai Rp 1,05 triliun.

BACA JUGA: Hakim MK Perlu Diawasi KY

"Kami ingin menyelesaikan masalah yang ada lewat jalur hukum, karena ini fitnah yang sangat keji," kata Suryadharma Ali saat memberikan keterangan pers di rumah dinasnya di kompleks Widya Chandra, Jakarta, Senin (11/11).

Menurut menteri agama tersebut, alur cerita yang dibangun dalam pemberitaan media dwimingguan itu sepenuhnya hasil rekaan dan tidak ada dasarnya sama sekali. Gugatan itu menyusul pemberitaan media yang bersangkutan edisi 8 ThV 08-21 November. Halaman depan media tersebut, selain memuat gambar terpisah Okky dan SDA, terdapat judul besar Menteri Agama Disebut Menikah Siri dengan Okky Asokawati.

BACA JUGA: Ribuan TKI Tuntut Dipulangkan

"Saya sangat merasa dirugikan, baik sebagai ketua umum PPP, menteri agama, maupun kepala keluarga," imbuh SDA.

Saat memberikan keterangan pers tersebut, SDA didampingi kuasa hukumnya, Soleh Amin, Lutfi Hakim, Abdul Halim, dan A. Wirawan. "Keputusan melakukan respons cepat ini kami lakukan agar melokalisir masalah ini di pengadilan saja, tanpa melalui jalur kepolisian (pidana)," kata Soleh Amin.

BACA JUGA: Fraksi PKB: Tak Ada Hari Pahlawan Tanpa Resolusi Jihad NU

Menurut dia, dari informasi yang diterima, Okky sebagai pihak yang turut dirugikan menempuh jalur hukum pula. Anggota DPR dari PPP itu mengadukan media yang bersangkutan ke dewan pers. "Kalau kami lewat jalur pengadilan karena klien kami selain sebagai ketua umum partai, juga orang nomor satu di Kementerian Agama," papar Soleh.
 
Menurut dia, isu nikah siri menjadi sangat sensitif bagi kliennya karena latar belakang yang disandangnya tersebut. Dia menyatakan, sebagai Menag, SDA harus menjadi teladan bagi publik menyangkut pernikahan di bawah tangan. "Karena itu, kami putuskan tidak cukup menggunakan mekanisme hak jawab," imbuhnya.

Soleh memaparkan, terdapat dua hal di pemberitaan Femme yang patut dicermati. Selain adanya pernikahan siri, pemberitaan itu memuat tentang sering keluar masuknya SDA dan Okky di hotel yang ada di Puncak.

"Ini pelajaran penting bagi semua agar tak lagi secara berkelanjutan mendiskreditkan orang-orang yang memiliki jabatan, hanya dengan berlindung di balik kalimat sumber yang kredibel, dugaan, atau kalimat dengan tanda tanya," ucapnya.

Selain itu, imbuh dia, ada kesan mengadu domba dalam pemberitaan tersebut. Sebab, di salah satu bagian disebut bahwa salah satu sumber beritanya dari salah satu pengurus DPP PPP. "Ini tak bisa dianggap sederhana dan diabaikan begitu saja, harus dengan tindakan hukum," tandasnya. (dyn/c2/fat)

BACA ARTIKEL LAINNYA... DPR Panggil Dubes AS dan Australia


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler