Dikelola Pusat, Setu Tak Terawat

Sabtu, 21 Mei 2011 – 00:32 WIB

TANGSEL - Pengelolaan dan pemanfaatan setu di Kota Tangsel ke depan akan lebih optimalPasalnya, kini pengelolaan setu akan diserahkan ke pemerintah daerah (pemda)

BACA JUGA: Dua Situ Berubah jadi Perumahan



Sejak penanganan setu di tangan pemerintah pusat, kondisi setu-setu itu tidak terawat
Enam dari sembilan setu yang ada di Kota Tangsel, pengelolaannya akan diserahkan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten

BACA JUGA: Jalan Rasuna Said Ditutup



Selanjutnya, pengelolaan akan didelegasikan kepada Pemerintah  Kota (Pemkot) Tangsel.  Walau tidak semua pengelolaan setu diserahkan, tapi setidaknya dengan kewenangan pengelolaan 6 setu pemda bisa mengambil berbagai kebijakan strategis


Untuk diketahui, saat ini di Kota Tangsel terdapat 9 setu yakni Setu Gintung, Setu Ciledug, Setu Parigi, Setu Sasak Tinggi, Setu Legoso, Setu Pondok Jagung, Setu Bungur, Situ Rompang dan Situ Kayu Antap

BACA JUGA: Pasokan Daging Terancam, Puasa-Lebaran Rawan Krisis

”Penyerahan pengelolaan enam setu ini langkah untuk lebih menata keberadaan setu yang kini kondisinya kritis,” terang Dedi Priyadana, Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kota Tangsel kepada INDOPOS (JPNN Group)


Dia juga mengatakan, dari 9 setu yang masih dikelola pemerintah  pusat adalah Setu Gintung, Setu Ciledug, Setu ParigiDendi juga mengatakan, dalam waktu dekat ini penyerahan pengelolaan enam setu dari pemerintah pusat ke Pemprov Banten akan dilakukanSetelah itu baru serahterimakan pengelolaanya dari Pemprov Banten ke Pemkot Tangsel dilakukan

Tapi, ungkap Dendi lagi, belum tahu berapa setu yang pengelolaannya akan diserahkan ke Pemkot Tangsel.  Walau begitu, Pemkot Tangsel dalam APBD 2012 mendatang sudah akan mengajukan anggaran pengelolaan dan perbaikan enam setu tersebut

”Jadi dana perawatan setu berasal dari APBD Kota TangselNantinya fokus utama konservasi setu untuk air akan kami utamakanSelain itu penjarahan lahan setu juga akan kami awasi,” tukasnya juga.

Selain itu, Pemkot Tangsel juga akan mendapatkan dana bantuan dari Provinsi Banten untuk mengelola setu-setu tersebut”Jadi dana pengelolaan enam setu itu akan berasal dari APBD Kota Tangsel dan APBD Provinsi Banten,” cetusnya lagi

Untuk diketahui beberapa setu yang ada di Kota Tangsel telah mengalami penyempitan dan pendangkalan karena endapan lumpurApalagi, setu-setu itu tidak pernah dinormalisasiSelain itu lahan setu yang fungsi utamanya untuk menampung air itu banyak dijarah masyarakat

Contohnya, Setu Legoso di Kecamatan Ciputat yang awalnya memiliki luas 4 hektare lebih kini luasnya tidak lebih 1 hektare sajaBegitu juga Setu Bungur di Kecamatan Setu yang awalnya memiliki luas 3,25 hektare mengerucut menjadi 2,60 hektare saja

Hal yang sama terjadi dengan Setu Rompang di Kecamatan Serpong dari luas 1,74 hektare kini tinggal 1,70 hektare sajaSedangkan luas Setu Pondok Jagung di Kecamatan Serpong Utara 7,95 hektare dan Setu Kayu Atap di Kecamatan Ciputat 1,63 hektare masih bertahan hingga kiniBegitu juga dengan luasnya Setu Pamulang di Kecamatan Pamulang seluas 25,30 hektare, Setu Parigi di Kecamatan Pondok Aren 5,52 hektare dan Setu Gintung di Kecamatan Ciputat Timur yang kini luasnya 21,49 hektar masih bertahan(kin)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pemprov DKI Dinilai Cuek Urus Kota Tua


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler