Pemprov DKI Dinilai Cuek Urus Kota Tua

Jumat, 20 Mei 2011 – 05:33 WIB

JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta dinilai makin tak peduli pada kondisi Kota TuaBerbagai persoalan, seperti gedung-gedung yang nyaris roboh, pemukiman yang kumuh, serta ancaman kriminalitas tak kunjung dibenahi

BACA JUGA: Atasi Macet Jakarta, Harus Satu Paket

Akibatnya, wisatawan lokal maupun asing kurang tertarik datang ke lokasi tersebut
Sejumlah museum yang terdapat di kawasan bersejarah juga kurang disosialisasikan

BACA JUGA: DKI Galakkan Kampanye Plastik Ramah Lingkungan

Sehingga, banyak warga ibu kota yang tak mengetahui keberadaan museum
Jumlah pengunjungnya dari hari ke hari semakin berkurang

BACA JUGA: Bolos Hari Pertama, Gaji PNS Dipotong



Misalnya saja Museum Wayang, dan Museum Keramik yang dalam sehari pengunjungnya tak lebih dari 100 orangHanya Museum Sejarah Jakarta saja yang memiliki pengunjung lumayan tinggi, yakni sekitar 200 orang per hariItupun ketika akhir pekan atau saat hari libur.’’Sejauh ini kami belum melihat keseriusan Pemprov DKI dalam membenahi kawasan Kota Tua,’’ kata Triwisaksana, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Kamis (19/5).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera yang akrab disapa Sani itu menyayangkan, ketidak pedulian pemprov pada peninggalan sejarah bangsaPadahal, banyak yang bisa dipelajari dari keberadaan bangunan tersebut"Selain itu, dengan menjaga peninggalan sejarah berarti memberi kesempatan bagi anak cucu untuk belajar mengenai sejarah para pendahulunya," ujar Sani.

Lebih lanjut, Sani menilai, Pemprov DKI Jakarta kurang bisa mengambil peluang dari potensi yang dimiliki Kota TuaPadahal, dengan keberadaan bangunan bersejarah peninggalan jaman Belanda yang banyak terdapat di tempat itu, bisa mendatangkan pemasukkan bagi pemprovDengan pengelolaan yang bagus, dan pembenahan fasilitas serta sarana yang ada akan banyak wisatawan domestik maupun asing yang datang

Kalau saja pemprov serius menggarap destinasi wisata ini, tentu akan banyak hal positif yang didapatUtamanya dari sisi ekonomi, yaitu bergeraknya roda perekonomian masyarakat sekitarMereka bisa menjalankan usaha kerajinan, atau berjualan makanan untuk melayani kebutuhan wisatawan"Sayangnya hal itu sejauh ini tak kunjung dilaukan," tuturnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI, Arie Budiman, mengungkapkan, pemeliharan Kota Tua bukan sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemprov DKIPemprov hanya bertanggung jawab untuk memelihara sejumlah bangunan, seperti Museum Fatahillah, Museum Bahari, Museum Wayang, dan Museum Keramik

Untuk sisanya dimiliki swasta atau peroranganBahkan ada juga sejumlah gedung yang dimiliki BUMNSehingga menjadi tanggungjawab mereka untuk memeliharanya’’Kami sudah berupaya mendorong mereka untuk ikut bersama-sama pemprov memelihara Kota Tua,’’ ucapnya.

Berdasar data yang ada, di Kota Tua saat ini terdapat 824 bangunan tuaDari jumlah tersebut, hampir seluruhnya tidak terawatTermasuk puluhan bangunan yang nyaris roboh(wok)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dua Buruh PT Alam Makmur Terkubur Pasir


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler