Dikirain Dicuri Tuyul, Ternyata Inilah Pelaku Sebenarnya

Kamis, 09 November 2017 – 14:57 WIB
Empat pelaku diamankan di Polsek Kutalimbaru Medan. Foto: pojoksatu/jpg

jpnn.com, DELI SERDANG - Seorang pengusaha warung kelontong di Dusun I Desa Pasar X, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, menjadi korban penipuan rekan bisnisnya.

Akibat kejadian itu, korban bernama Malem Ngena Ginting itu menderita kerugian hingga ratusan juta rupiah.

BACA JUGA: Cari Istri Malah Nyelonong ke Rumah Orang, Ya Begini Jadinya

Perempuan berusia 47 tahun itu mengatakan modus pelaku yang juga pemasok minyak goreng ke usaha kelontongnya itu adalah dengan modus memodifikasi jerigen.

Menurut informasi yang diperoleh Rabu (8/11), awalnya korban sempat mengira kerugian yang dialaminya hingga Rp 230 juta akibat dicuri tuyul. Korban kemudian melaporkannya ke Polsek Kutalimbaru Medan.

BACA JUGA: Guru Honorer Gabung Komplotan Pencuri di Sekolah

“Korban awalnya datang pada kami cerita soal kerugian usahanya. Semula, korban mengira usahanya itu merugi karena uang di tokonya dicuri tuyul,” ungkap Kapolsek Kutalimbaru AKP Martualesi Sitepu.

Mendengar keterangan korban, Martualesi pun terkejut. Namun, mantan Kanit Reskrim Polsek Delitua ini meminta korban untuk mengingat-ingat kembali, kenapa usahanya bisa merugi.

BACA JUGA: Bareskrim Segera Limpahkan Perkara Penipuan Saham Hotel BCC

“Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, ternyata yang membuat korban merugi adalah penjualan minyak goreng. Selama ini, korban membeli minyak goreng dari pemasok yang merupakan empat orang pria,” jelas Martualesi.

Dijelaskan dia, sebelumnya korban pernah membeli minyak goreng kepada pemasok tersebut sebanyak 200 kg. Namun, ketika dijual lagi ke masyarakat, minyak tersebut hanya terjual Rp100 kg.

“Ketika korban memberikan keterangan, tiba-tiba suaminya menelepon. Katanya, penjual minyak goreng datang lagi ke warungnya menawarkan barang,” sebut mantan Kanit Reskrim Polsek Medan Kota ini.

Tanpa buang waktu, Martualesi pun mengajak korban untuk segera ke warungnya. Akan tetapi, sebelumnya sempat memesan minyak goreng sebanyak 200 kg.

Saat tiba di warung korban, ternyata dua orang pelaku masing-masing Chandra Gunawan (32) warga Jalan Tanjung Selamat dan Benny Indra Pratama (21) warga Jalan Setia Bakti Kromo, Sunggal, sudah menunggu.

“Karena terindikasi ada penipuan, kami bersama korban menimbang ulang minyak yang baru saja dijual pelaku. Benar saja, setelah ditimbang, minyak yang dijual mereka beratnya hanya 160 kg. Artinya, terdapat kekurangan 40 kg,” bebernya.

Kedua pelaku pun langsung diamankan. Dari keterangan awal, keduanya mengaku memodifikasi jeriken minyak goreng yang dijualnya.

“Jeriken yang digunakan untuk menjual minyak goreng dipotong bagian bawahnya. Kemudian, jeriken ukuran kecil dimasukkan. Setelah bagian dalam jeriken besar di double, maka bekas potongan tadi di lem hingga rapi,” terangnya.

Dari hasil pemeriksaan, lanjut Martualesi, dua pelaku tersebut merupakan sindikat jaringan Lampung. Mereka sudah biasa melakukan penipuan ini di beberapa tempat dengan cara yang sama.

Ada dua pelaku lainnya yang masih berkeliaran. Oleh karena itu, pihaknya memutuskan untuk menjebak tersangka yang belum tertangkap.

“Satu orang tersangka bernama Irwansyah (29) datang ke tempat usaha korban. Irwansyah membawa minyak goreng yang ditempatkan di dalam jeriken modifikasi. Kami kemudian menangkap pimpinan mereka (Alek alias Babeh (47) warga Jalan Rajasah, Gang Sibayak, Kelurahan Namo Gajah, Kecamatan Medan Tuntungan), yang diciduk saat main judi di satu rumah kos-kosan yang ada di Kecamatan Medan Tuntungan,” paparnya.

Dia menambahkan, dari keempat pelaku disita barang bukti dua mobil box masing-masing Daihatsu Grandmax BK 8708 CQ dan BK 1771 GY, serta mobil pikap BK 9331 BE. Kemudian, 47 jeriken kosong warna biru, serta 13 jeriken warna hitam yang sudah dimodifikasi.

“Keempat pelaku 4 dijerat Pasal 378 tentang Penipuan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara,” tukasnya. (fir)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Aksi Pencurian Terekam CCTV, Beredar di Medsos


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler