Diminta jadi Wamen, Presiden Buruh Pilih Konsentrasi jadi Komut

Jumat, 25 Oktober 2019 – 11:05 WIB
Presiden KSPSI Andi Gani usai pertemuan dengan Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Senin (30/9). Foto M Fathra N.I/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Jokowi memanggil 12 nama calon wakil menteri ke Istana Negara, Jakarta, Jumat (25/10) pagi.

Dari sekian nama yang dipanggil, salah satunya yakni relawan loyalis setia Presiden Jokowi sejak Pilpres 2014, Andi Gani Nena Wea, yang sempat digadang-gadang bakal menduduki posisi menteri Ketenagakerjaan karena pengalamannya di sektor perburuhan. 

BACA JUGA: Hmm..Andi Gani dan Said Iqbal Pengin Menaker dari Serikat Buruh, Bagaimana Pak Jokowi?

Namun, gagalnya Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) ini menjadi Menaker disesalkan berbagai kalangan. Prestasinya yang menjadi Pimpinan Konfederasi Buruh se-ASEAN tampaknya juga tidak menggugah juga hati Presiden Jokowi untuk memilihnya.

Beredar kabar, Andi Gani sudah dihubungi pihak istana sejak Kamis malam akan mengisi posisi wakil menteri. Saat dihubungi, Andi Gani menolak memberikan penjelasan mengenai kabar dirinya tidak bersedia menjabat sebagai wakil menteri.

BACA JUGA: Peringatan Keras! Relawan Jokowi Ancam Bakal Geruduk Menteri yang Bermasalah

Andi Gani hanya menjawab singkat. 

"Saya saat ini masih menjalankan tugas sebagai Presiden Komisaris BUMN PT PP dan buat saya di posisi apa pun harus berbuat yang terbaik untuk bangsa ini," katanya.

BACA JUGA: Relawan Jokowi Kecewa, Menteri Baru Dinilai Timbulkan Konflik

Andi Gani mengaku walaupun tidak menduduki posisi apa pun dalam periode kedua Presiden Jokowi, dirinya tetap akan mendukung pemerintah Jokowi-Maruf Amin.

"Saya akan tetap menjadi sahabat perjuangannya Pak Jokowi. Karena, kami sudah kenal dekat sejak lama," tandasnya.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler