Dipulangkan, 24 TKI Bermasalah di Yordania

Jumat, 03 Juli 2009 – 11:25 WIB
BERMASALAH- Sebanyak 24 dari 350 orang TKI asal Indonesia yang akan dipulangkan dari Yordania tiba di Bandara Soekarno Hatta,Tangerang (2/07). Foto: Eky Fajrin/Satelit News
JAKARTA - Pemerintah kemarin memulangkan 24 tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal dari Yordania ke tanah airMereka adalah kelompok pertama dari 385 TKI bermasalah yang selama ini ditampung di shelter perlindungan TKI di KBRI Jordania.
    
Menakertrans Erman Suparno menuturkan, pemulangan ke-25 TKI tersebut dibiayai Pemerintah Yordania

BACA JUGA: Pengesahaan RUU Susduk Tertunda

Sebanyak 360 TKI lainnya rencananya dipulangkan secara bertahap dan diharapkan selesai pada Agustus mendatang
"Mereka (TKI) menggunakan visa on arrival untuk bekerja di negara tersebut," kata Erman.
    
Berdasarkan hasil kunjungan Menakertrans ke shelter KBRI di Amman, permasalahan para TKI cukup beragam

BACA JUGA: RUU Tipikor Terancam Molor, Perppu Tak Diperlukan

Mulai kasus penganiayaan sampai gaji tidak dibayar
"Setiap harinya tidak kurang dari lima TKI melarikan diri dari majikan dan masuk ke shelter KBRI di Jordania," katanya.
    
Menurut dia, pemulangan TKI cukup sulit dilakukan mengingat banyak yang tidak memperpanjang izin tinggal (iqomah) sehingga terkena denda

BACA JUGA: Presiden SBY akan Luncurkan Visit Lombok-Sumbawa 2012

Erman menuturkan, pada 8 Mei lalu telah disepakati pembentukan joint working group guna membahas nota kesepahaman baru sebagai payung hukum yang lebih kuat untuk melindungi kepentingan tenaga kerja.
    
Ada beberapa hal yang dibahas dalam MoUAntara ain, hak dan kewajiban tenaga kerja luar negeri dan pengguna; hak nominatif tenaga kerja luar negeri yang menyangkut hak libur; serta beribadah dan hak politik"Lalu peran kedutaan besar dalam melegalisasi dokumen tenaga kerja luar negeri," tuturnya(noe/oki)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Draft Susulan Pemerintah Hambat Penyelesaian RUU Tipikor


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler