Disiapkan Rp 2,5 M untuk 1.710 Guru Ngaji

Rabu, 14 Juni 2017 – 00:41 WIB
Uang. Ilustrasi Foto: Nurhadi/dok.JPNN.com

jpnn.com, PASER - Kabag Bina Kesra Setkab Paser, Kaltim, Nonding membantah kabar yang menyebut program Dai Pembangunan telah dihapus.

Meski membantah tudihan dihapus, namun Nonding tidak menampik adanya pengurangan anggaran, mengingat kondisi keuangan daerah yang berat.

BACA JUGA: Dana Cekak, Sejumlah Proyek Infrastruktur Sulit Terealisasi

“Memang tahun ini program itu tidak ada, tapi bukan berarti dihapus. Program Dai Pembangunan akan ditata ulang, kemudian diserahkan ke instansi teknis. Jadi bisa saja 2018 berjalan kembali,” ujarnya, seperti diberitakan Kaltim Post (Jawa Pos Group).

Terkait insentif guru ngaji, dia menyebut harus ada penyesuaian data dari Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI).

BACA JUGA: Pansus Angket KPK Bekerja 60 Hari, Anggarannya…Wow!

“Kami sudah minta data tersebut, namun belum valid. Jadi kami kembalikan lagi (ke BKPRMI). Nah, sampai sekarang belum diberikan lagi ke kami,” tambahnya.

Selain itu, kata dia, ada perubahan mekanisme pencairan. Dana akan ditransfer ke rekening setiap guru ngaji. Dana yang disiapkan senilai Rp 2,5 miliar untuk 1.710 orang.

BACA JUGA: Pembubaran Ormas Butuh Anggaran Rp 5 Miliar

Terdiri dari guru ngaji di TPA dan di kampung-kampung. Dengan angka tersebut, Nonding mengaku, hanya bisa membayar untuk Januari sampai Juni 2017. (*/jib/ica/k9)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Anggaran Pelaksanaan PSU di Daerah-daerah Ini Belum Memadai


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler