Disiapkan Rp9,3 Triliun untuk Rehab SD

Diperbanyak Sekolah Dua Jenjang Satu Atap

Kamis, 08 Juli 2010 – 18:14 WIB

JAKARTA --Pemerintah pada 2010 menyediakan anggaran sebanyak Rp 9,3 triliun untuk melakukan rehabilitasi sekolah dasar (SD).  Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Wamendiknas) Fasli Jalal menerangkan, anggaran itu digunakan untuk merehab sebanyak 138 ribu kelas SD di Indonesia yang masih rusak.

Disebutkan, total anggaran yang dibutuhkan sebanyak Rp 14 triliun"Mengenai sisa kekurangan anggaran akan disediakan tahun depan," ungkap Fasli ketika ditemui di Gedung Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), Jakarta, Kamis (8/7).

Fasli menyebutkan, jumlah SD termasuk madrasah ibtidaiyah (MI) yang dibangun pada masa SD Inpres sebanyak 178 ribu

BACA JUGA: Kurikulum dan Hari Libur Ditentukan Daerah

Dia mengungkapkan, pada saat itu, karena mengejar target jumlah maka kualitas bangunan sederhana
"Sekarang sekolah itu sudah mulai berguguran dan ini yang kita rehabilitasi setiap tahun

BACA JUGA: BSE Masih Belum Efektif

Tahun ini mengeluarkan Rp 9,3 triliun," katanya.

Anggaran tersebut, lanjut Fasli,  untuk membangun ruang kelas baru, merekonstruksi, sampai dengan memperbaiki
"Kita harapkan SD-SD yang berguguran itu sudah bisa kita perbaiki," katanya.

Dijelaskan, Pemerintah juga akan  membangun sekolah baru TK/SD satu atap, menambah lokal di SD dan membangun SD/SMP satu atap

BACA JUGA: Uang Masuk SMKN Juga Mencekik

Pembangunan sekolah satu atap ini, kata dia, adalah untuk mempermudah akses bagi siswa"Kita bertekad jarak jangan lebih dari dua kilometer, sebab kalau lebih dua kilometr tidak aksesibelTerutama di daerah kepulauan," tukasnya.

Lebih jauh Fasli menambahkan,  sekolah-sekolah yang bangunannya tidak permanen akan disediakan guru keliling atau disebut dengan guru kunjung sehingga para siswa SD tidak perlu keluar pulau atau desa"Sekolahnya digabung satu atap dengan SMPIni cara-cara kita membuat anak-anak bisa mendapatkan akses," ujarnya(cha/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Guru TKK Mengaku Didiskriminasi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler