Ditabrak Polwan, Istri Wartawan Gegar Otak

Jumat, 15 Juli 2011 – 16:29 WIB
JAKARTA - Dhian Harnia, istri wartawan Jawa Pos Ibnu Yunianto yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas oleh anggota polisi wanita Briptu Nina Mahadianti akhirnya harus dirawat di rumah sakit.

Selain menderita luka di bagian lutut kiri akibat tertindih motor, Dhian yang kepalanya sempat membentur aspal mengeluh vertigo atau kepala terasa berputar dan nyeri di kepala bagian belakang"Sejak hari pertama, sebenarnya sudah nyeri, tapi tidak saya rasakan karena masih memikirkan Mas Ibnu yang marathon menjalani pemeriksaan dan bahkan sempat akan ditahan" ujar Dhian.

Namun, Kamis (14/7) malam, Dhian mengaku tidak kuat lagi menahan nyeri dan mual, karena itu terpaksa menyampaikannya kepada suaminya.

Pagi tadi, Dhian akhirnya menjalani CT-Scan di RS Sari Asih, Ciputat, Tangerang Selatan

BACA JUGA: Demokrat Pertanyakan Profesionalisme Wartawan

Hasilnya, dokter menemukan penyebab vertigo adalah benjolan bekas trauma akibat benturan (vertigo post confusio) dan indikasi kerusakan saraf otak ringan di bagian kepala belakang
"Penyebab pastinya sekarang masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium," terangnya.

Dhian yang juga bekas wartawan radio di Semarang ini kini terpaksa harus melepas air susu ibu (ASI) pada anak keduanya, Ahmad Yusuf, 18 bulan, karena rumah sakit tidak memperbolehkan anak kecil berusia kurang dari lima tahun di lingkungan rumah sakit

BACA JUGA: Andi Nurpati Masih Sebatas Saksi

Dokter khawatir, Ahmad Yusuf akan terinfeksi bakteri yang kebal antibiotika bila terlalu lama berada di rumah sakit
"Padahal saya masih ingin menyusui Anas sampai dua tahun," katanya sambil berlinang air mata.

Kemarin, Ibnu juga sempat mengantarkan Puan menemui psikolog di salah satu rumah sakit di Pamulang

BACA JUGA: Andi Nurpati Bawa Banyak Dokumen ke Bareskrim

Pasalnya, anak yang baru berusia empat tahun tersebut mengalami tekanan psikologis setelah melihat ibunya dibentak-bentak Briptu Nina ketika meminta maaf, ditambah lagi Kanitprovost Polisi Udara Iptu Taufik sempat memaksa Dhian ikut diperiksa ke Polsek Ciputat, meski Dhian mengatakan kakinya sakit.

Dan Puan masih mengalami pendarahan di bagian mulutnya"Puan tiba-tiba ngompol kalau tidur malam, padahal sudah lebih dari setahun dia bisa pipis sendiri ke kamar mandi kalau malam," tuturnya.

Puan kini juga membentak-bentak ibunya setiap kali meminta susu, yang suatu saat diakuinya meniru bentakan Briptu Nina kepada ibunya.

Anak empat tahun itu juga selalu berulah untuk mencari perhatian ibunya"Dia khawatir akan ditinggal ibunya setelah harus sering ditinggal ayahnya yang tidak pulang karena menjalani pemeriksaan beruntun" tutur Dhian.(zul/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Banyak Kader Diperkarakan, Demokrat Tak Terganggu


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler