Ditjen Hubud Susun Roadmap Avsec

Minggu, 02 Desember 2018 – 04:17 WIB
Petugas Avsec. Ilustrasi. Foto Yessy Artada/jpnn.com

jpnn.com, JAKARTA - Rangkaian kegiatan Aviation Security Week digelar di Kantor Pusat ICAO (International Civil Aviation Organization) di Montreal 26-30 November 2018. Aviation Security Week dihadiri oleh seluruh 107 anggota ICAO  termasuk Indonesia dan 22 badan dan asosiasi terkait di seluruh dunia.

Delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Nur Isnin Instiartono ikut berperan aktif dalam rangkaian kegiatan Aviation Security Week ini.

BACA JUGA: Pesawat Lion Air JT610 Laik Terbang?

Aviation Security Week dihadiri oleh seluruh 107 anggota ICAO  termasuk Indonesia dan 22 badan dan asosiasi terkait di seluruh dunia. 

Dalam event ini dibahas permasalahan keamanan penerbangan dan kebutuhan peningkatan pemahaman atas ancaman, kerawanan serta resiko yang dihadapi oleh keamanan penerbangan sipil internasional.

BACA JUGA: Jelang Nataru, Ditjen Hubud Gelar Ramp Inspection

“Untuk Keamanan Penerbangan di Indonesia juga telah mengacu pada Standard Recommendation Practices (SARPs) dalam Annex 17 tentang Keamanan Penerbangan dan Annex 9 tentang Fasilitas Penerbangan Sipil serta pelaksanaan Global Aviation Security (GASeP) dan Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2309 Tahun 2016”, jelas Isnin.

Khusus kegiatan High Level Conference on Aviation Security yang hasilnya berupa rekomendasi sidang yang nantinya akan diajukan ke Sidang Dewan ICAO pada September 2019, membahas lima agenda.

BACA JUGA: Jelang Nataru, Ditjen Hubud Terapkan Sejumlah Strategi

Delegasi Indonesia pada pertemuan tersebut mendukung implementasi dari agenda dan rekomendasi pembahasan dengan menyiapkan  Information Paper tentang Global Aviation Security Plan (GASeP) dengan judul Global Aviation Security as a Reference in Determining Indonesia Aviation Security Roadmap.

“Kami akan menyampaikan informasi tentang Aviation Security Roadmap sebagai kerangka kerja yang akan dilaksanakan oleh unit kerja terkait dan stakeholder di Indonesia," tutur Isnin.

Agar bisa memastikan pelaksanaan GASeP yang efektif di Indonesia, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah menyiapkan dua langkah strategis, yaitu menetapkan dan melaksanakan langkah-langkah yang sesuai dalam prioritas melalui pengumpulan informasi dari ICAO Global Risk Context Statement, ICAO USAP audit results dan feedback dari Regional Office dan yang kedua yaitu melakukan penataan organisasi di lingkungan Ditjen Hubud.

“Tantangan dan gangguan keamanan penerbangan ke depannya semakin berat. Satu hal yang terpenting adalah berusaha dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan kesadaran dan budaya keamanan dalam dunia penerbangan," tegas Isnin.(chi/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kemenhub Komunikasi dengan Lembaga Penerbangan Internasional


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler