Ditolak Politikus Demokrat Jadi Cawapres Pendamping Anies, Yenny Wahid Singgung AHY

Jumat, 11 Agustus 2023 – 09:26 WIB
Yenny Wahid saat menghadiri peluncuran buku Tetralogi Transformasi AHY di Jakarta, Kamis (10/8/2023). Foto: akun @yennywahid di Twitter.

jpnn.com, JAKARTA - Aktivis Nahdlatul Ulama (NU) Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid mengaku tidak pernah menawarkan diri menjadi bakal cawapres pendamping Bakal Capres 2024 Anies Baswedan.

Dia mengatakan itu melalui akunnya di Twitter demi menanggapi pernyataan politikus Partai Demokrat (PD) Jansen Sitindaon yang tidak setuju Yenny menjadi bakal cawapres pendamping Anies.

BACA JUGA: Momen AHY Bacakan Putusan MA soal PK Moeldoko Ditolak, Kader Demokrat Bersorak-sorai

"Saya enggak pernah menyodorkan diri jadi cawapres Mas Anies, lo," kata Yenny melalui akunnya di Twitter seperti dikutip Jumat (11/8).

JPNN.com telah menerima persetujuan dari Yenny untuk memuat pernyataan di Twitter sebagai pemberitaan.

BACA JUGA: Formasi PPPK Guru dan Nakes di Kaltara Sebanyak Ini, CPNS 2023 Nihil

Yenny melanjutkan hanya merespons sebuah pinangan ketika putri Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu membuat pernyataan siap menjadi cawapres pendamping Anies.

Toh, dia tidak memaksakan diri menjadi cawapres pendamping Anies dan mendukung Ketum PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk posisi yang sama.

BACA JUGA: Ini Alasan Polisi Tidak Membubarkan Demo Buruh setelah Jam 18.00 WIB

"Saya cuma merespons lamaran yang datang, justru saya mendukung Mas AHY jadi cawapres Mas Anies," kata Yenny.

Dia kemudian sedikit melontarkan guyon dalam menyikapi pernyataan Jansen yang menolak secara terbuka Yenny menjadi bakal cawapres pendamping Anies.

"Kalau situ belum apa-apa sudah menolak saya, pas bosmu butuh dukungan, saya emoh, lo," kata Yenny disertai emotikon tertawa yang keheranan.

Diketahui, Jansen dalam twit yang kemudian direspons Yenny mengaku menolak wanita kelahiran Jawa Timur itu menjadi bakal cawapres pendamping Anies.

"Mbak Yenny buat saya bagus, bahkan lengkap sekali dengan segala atribusi yang melekat dalam diri beliau. Namun untuk posisi wapres di koalisi perubahan, buat saya beliau tidak pas, tidak cocok. Mungkin cocoknya di koalisi yang lain," kata dia dalam akunnya jansen_jsp.

Adapun, Anies ialah sosok yang didukung partai di dalam Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), yakni PD, NasDem, dan PKS.

Jansen mengatakan koalisi partai pendukung Anies mengusung perubahan dan cawapres pendamping Mendikbud RI itu idealnya merepresentasikan hal yang sama.

"Idealnya cawapres perubahan ini memang yang selama ini wajahnya merepresentasikan hal itu, agar koalisi ini juga semakin kuat posisi dan branding-nya di rakyat yang ingin perubahan," kata Jansen. (ast/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler