Dongkrak Properti Dengan Material Bangunan

Jumat, 07 April 2017 – 02:06 WIB
Perumahan. ILUSTRASI. FOTO: Dok. JPNN.com

jpnn.com, SURABAYA - Industri properti nasional secara umum menurun sejak 2–3 tahun terakhir.

Beberapa proyek di perkotaan mengalami stagnasi. Karena itu, diperlukan cara untuk mendongkrak kembali pasar properti.

BACA JUGA: Pengembang Properti Premium Ogah Rebut Pasar Surabaya

Event Manager PT Debindo Mitra Tama Amir Alkatiri menyatakan, melambatnya sektor properti tidak terlepas dari kondisi perekonomian nasional.

Dia menilai, industri properti memerlukan stimulus supaya bergairah kembali.

BACA JUGA: 2 Minggu Lahan Tak Siap, Rusunawa Dipindah

Di tataran teknis, stimulus tersebut bisa berupa alternatif material yang dibutuhkan bagi suatu proyek konstruksi.

”Terutama bagaimana mendapatkan material yang mudah dan menghemat waktu sehingga biayanya lebih murah,” ujarnya di sela pembukaan Indobuildtech Expo Surabaya 2017 di Surabaya, Rabu (5/4).

BACA JUGA: Tahun Ini Bank Dunia Bedah 30 Ribu Rumah

Pameran diharapkan bisa menjadi sarana bagi kontraktor maupun developer realestat untuk memperoleh subtitusi material tersebut.

”Misalnya, harga tukang bangunan yang mahal disiasati dengan menggunakan material yang aplikasinya cepat,” lanjutnya.

Bukan hanya pebisnis, end user juga berusaha menekan biaya pembangunan.

Dari sisi pabrikan, tiap tahun juga selalu dikeluarkan produk baru untuk memperbarui teknologi yang diterapkan.

Baik produk eksterior maupun interior. ”Seperti pintu baja dengan motif kayu,” sebutnya.

Sementara itu, peserta pameran yang berpartisipasi berjumlah 68 perusahaan, mulai pabrikan, distributor, hingga importir.

Produk yang dipamerkan adalah bahan bangunan dan interior properti seperti flooring, roofing, struktur, material konstruksi bangunan.

Misalnya, pipa dan beton. Hingga produk perlengkapan interior seperti sistem lampu dan pemanas air.

”Kalau dibandingkan dengan tahun lalu, ada penambahan peserta sekitar dua sampai tiga perusahaan,” ucapnya.

Pihaknya menargetkan total kunjungan pada tahun ini bisa tumbuh sekitar sepuluh persen.

Yakni, dari sebelas ribu kunjungan pada 2016 menjadi 12 ribu–12.500 kunjungan pada tahun ini.

”Kunjungan didominasi dari kalangan proyek sekitar 70 persen. Sisanya 30 persen end user,” katanya.

Selain itu, kunjungan ditargetkan tidak hanya dari Surabaya, tapi juga Indonesia Timur.

Sebab, potensi perkembangan properti di kawasan Indonesia Timur juga terbuka. ”Seperti dari Kalimantan dan Sulawesi,'' paparnya. (res/c25/sof)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bangun Apartemen Baru, Gelontorkan Investasi Rp 400 M


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
properti  

Terpopuler