Dorong Sekolah Gunakan Musik untuk Pendidikan Karakter

Senin, 16 Januari 2017 – 19:17 WIB
Ilustrasi: dok jpnn

jpnn.com - jpnn.com - Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hilmar Farid mengatakan, musik merupakan salah satu media perekat untuk menumbuh-kembangkan dan merawat nilai-nilai toleransi.

Melalui musik yang tidak mengenal batas sosial, latar belakang agama dan suku, diharapkan pengenalan toleransi dan sosialisasi akan makna Bhinneka Tunggal Ika berdasarkan Pancasila lebih mengena dan tidak sebatas wacana serta semboyan belaka.

BACA JUGA: Konsep Penerimaan Mahasiswa Baru Bakal Dibahas

"Melalui musik, anak-anak diajarkan mengenal dan memahami keharmonisan, kesabaran, tidak mendominasi," kata Dirjen Hilmar di Jakarta, Senin (16/1).

Untuk menjalankan pendidikan karakter berbasis musik, lanjutnya, harus ada komitmen dari seluruh stakeholder. ‎Sebab, di sini bukan melatih anak agar pandai bermusik tapi membangun karakter lewat musik.

BACA JUGA: Kemendikbud Izinkan Sekolah Himpun Dana dari Masyarakat

Kalau kemudian anaknya bisa bermusik, itu hanya bonus. "Saya inginkan pendidikan karakter lewat musik ini dimulai Februari. Untuk awal, kami tes di Jakarta, bagi sekolah yang mau menerapkan akan kami kawal," terangnya.

‎Hilmar optimistis, mendidik karakter anak lewat musik akan menghasilkan siswa yang kemampuan bekerja sama lebih tinggi, disiplin, dan halus budi pekertinya.

BACA JUGA: Kemendikbud Serahkan Distribusi KIP ke Sekolah

Meski diakuinya, banyak kendala dalam pendidikan karakter berbasis musik ini. Di antaranya masih banyak sekolah belum memiliki alat musik, guru seninya terbatas karena banyak terpusat di kota.

‎"Program pendidikan karakter berbasis musik bisa dijadikan acuan program nasional untuk anak-anak SD dimulai kelas dua. Juga menjadi bagian dari kurikulum pendidikan SD untuk pengenalan, penghayatan, dan menjalankan toleransi bermasyarakat serta bernegara," paparnya. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kemendikbud Laporkan Akun Penyebar Berita Hoax


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler