Dorrrr...Perampok Tewas Ditembak setelah Sabet Polisi Pakai Parang

Sabtu, 27 Juni 2015 – 00:01 WIB

jpnn.com - PADANG - Penggerebekan salah satu rumah warga yang disewa perampok di kawasan Paraklaweh, Lubukbegalung menjelang berbuka sekitar pukul 18.00, Jumat (26/6), berlangsung tegang. 

Sang pelaku yang berinisial O, 30, residivis yang masuk daftar pencarian orang (DPO) Polres Bengkulu atas berbagai kasus tersungkur setelah ditembak polisi. Namun, dalam perjalanan ke RS Bhayangkara, pelaku menghembuskan napas terakhir.

BACA JUGA: Dijanjikan Rp 2 Juta, TKI Coba Selundupkan 359 Gram Sabu dalam Anusnya

Sementara, seorang polisi bernama Brigadir Nozi Gusri, anggota Reskrim Polresta Padang mengalami tusukan akibat terkena sabesan parang pelaku. 

Seperti dikutip dari Padang Ekspres (Grup JPNN) sejumlah personel Intel dan Reskrim, tadi malam, kejadian itu terjadi saat personel Reskrim menggerebek sebuah rumah yang disewa perampok di kawasan Paraklaweh, Lubukbegalung. 

BACA JUGA: Olala... Terlibat Cinta Terlarang dengan Paman, Remaja Ini pun Hamil Lima Bulan

Saat penggerebekan, posisi Brigadir Nozi Gusri berada di belakang rumah. Pelaku mengetehui gerak-gerik polisi dan sambil memegang parang langsung kabur lewat belakang. Tak disangka, pelaku kaget dan langsung melayangkan parang ke tubuh Brigadir Nozi. 

Ketika akan menyabet lagi, Brigadir Nozi tidak hilang akal dan langsung mengeluarkan senjata yang diletakkan di bagian belakang celananya. Pistol menyalak dan pelaku yang kerap sadis dalam beraksi di Jalan Lintas Sumatera pun langsung tumbang.

BACA JUGA: Sekeluarga Siksa Pemuda, Korban Diikat dan Kepala Dibungkus Kresek

Mengetahui kejadian tersebut, sejumlah rekan korban langsung mengejar ke arah suara tembakan dan mendapati korban dan pelaku bersimbah darah. Keduanya langsung dilarikan ke RS Bhayangkara Polda Sumbar untuk mendapatkan pertolongan. 

Namun, pelaku meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit, sedangkan korban kritis dengan luka cukup besar di rusuknya. Kapolresta Padang Kombes Pol Wisnu Andayana kepada sejumlah wartawan di RS Bhayangkara membenarkan kejadian tersebut. 

Pelaku meninggal setelah luka tembakan di bagian pangkal paha, sedangkan korban mengalami tusukan di rusuk, dada dan tangan kiri. Kondisi tersebut membuktikan kalau korban ini sempat berduel dengan pelaku. 

"Pelaku ini meninggal saat perjalanan ke RS Bhayangkara. Dan, korban saat ini masih dalam perawatan di IGD rumah sakit yang sama," papar Wisnu Andayana.

Kapolres menambahkan, pelaku ini diketahui sering bermain di Jalan Lintas Sumatera dan sudah menjadi DPO Polres Bengkulu. Pelaku juga terlibat aksi penggelapan, penganiayaan, pencurian, perampokan dan sejumlah aksi kriminal lain di Jalan Lintas Sumatera. 

"Setelah mendapatkan informasi dari Polres Bengkulu, kami bergerak mencari keberadaan pelaku. Saat itulah ada informasi kalau pelaku berada di salah satu rumah di kawasan Paraklaweh, Lubukbegalung. Kami menurunkan anggota ke sana dan memang benar adanya. Saat penggerebekan, pelaku melawan dan melukai seorang anggota saya," ucap Kapolres. 

Menurutnya, tindakan terhadap anggotanya tersebut adalah tindakan pembelaan diri saat bertugas. Selain itu, saat kejadian, personel yang dikenal ramah tersebut tidak mengetahui kalau pelaku akan menyerangnya secara tiba-tiba di belakang rumah. 

"Ini adalah insiden yang terjadi saat berada di lapangan. Sudah ada prosedur tetapnya bagi setiap personel untuk menembak jika sudah membahayakan dirinya," tutur kapolres.(cr2/cr8)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pulang Tarawih, Sang Ibu Pergoki Putrinya Sedang Diperkosa


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler